Dari Baso Aci Rumahan ke Bisnis Kuliner Modern, Tercabaikan Berkembang lewat Pemberdayaan BRI

Berawal dari baso aci rumahan, usaha kuliner Tercabaikan di Bandung berkembang lewat inovasi produk dan dukungan pelatihan LinkUMKM BRI bagi pelaku UMKM.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 26 Maret 2026, 09:44 WIB
Tercabaikan, UMKM yang sukses kembangkan usaha bersama pemberdayaan BRI. Foto: istimewa

Liputan6.com, Bandung - Berawal dari eksperimen membuat baso aci di rumah, usaha kuliner bernama Tercabaikan kini berkembang menjadi salah satu brand makanan lokal di Bandung. Usaha ini menghadirkan berbagai menu berbasis tepung aci dengan sentuhan inovasi modern agar tetap diminati pasar.

Tercabaikan menawarkan beragam menu khas seperti Baso Aci, Cimol Bojot, Cireng Kuah, Mie Kocok, Kupat Tahu, Mie Ayam, hingga Cilok. Melalui pengembangan rasa dan variasi produk, usaha ini berupaya menghadirkan kuliner tradisional dengan pendekatan yang lebih kekinian.

Produk Tercabaikan dikenal memiliki cita rasa kaya bumbu serta pilihan topping yang beragam. Inovasi menu juga terus dilakukan untuk menarik minat konsumen, misalnya kupat tahu dengan sambal geprek atau chili oil, hingga baso aci yang disajikan dengan berbagai pilihan kuah seperti keju, seblak, dan soto.

Terinspirasi Ramainya Baso Aci di Garut

Pemilik usaha Tercabaikan, Inggra DP, menceritakan bahwa ide membangun usaha ini muncul setelah ia melihat tingginya antusiasme masyarakat terhadap kuliner baso aci di Garut.

Dari pengalaman tersebut, ia mulai mencoba membuat baso aci versinya sendiri di rumah. Hasil percobaan tersebut kemudian dibagikan kepada keluarga sebagai oleh-oleh.

“Usaha ini berawal dari keputusan saya untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Ide membuat baso aci muncul ketika saya berkunjung ke Garut dan melihat sebuah toko baso aci yang sangat ramai hingga para pembeli rela mengantre sejak subuh. Dari situ timbul rasa penasaran, lalu saya mencoba membuat versi sendiri di rumah dan menjadikannya oleh-oleh untuk keluarga,” ujarnya.

Respons positif dari keluarga dan lingkungan sekitar membuat usaha ini berkembang secara bertahap. Bahkan pada momen syukuran pernikahannya pada 2017, Inggra membagikan baso aci buatannya kepada keluarga dan tetangga.

Dari momen tersebut, pesanan pre-order mulai berdatangan dan menjadi titik awal berkembangnya usaha Tercabaikan hingga saat ini.

Tingkatkan Kapasitas Usaha Lewat LinkUMKM BRI

Dalam perjalanan membangun usaha, berbagai tantangan juga dihadapi, terutama pada tahap awal ketika seluruh proses usaha masih dijalankan sendiri, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, hingga pemasaran. Pengembangan pemasaran juga dilakukan melalui berbagai kanal digital seperti website, marketplace, media sosial, WhatsApp Business, serta layanan pesan antar.

Seiring berkembangnya usaha, Inggra juga terus berupaya meningkatkan kapasitas bisnisnya melalui berbagai pelatihan. Salah satunya dengan memanfaatkan platform LinkUMKM BRI, khususnya melalui program pelatihan yang diselenggarakan di Rumah BUMN Bandung.

“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI sekitar tahun 2020 saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN. Dari sanalah saya diperkenalkan dengan berbagai program pelatihan yang disediakan oleh LinkUMKM. Menurut saya program ini sangat bermanfaat karena menyediakan pelatihan gratis yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, bahkan hingga topik-topik yang sedang tren seperti pelatihan mengenai kecerdasan buatan,” jelasnya.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar. Platform ini menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung 750 modul pembelajaran untuk memperkuat kemampuan soft skill maupun hard skill pelaku usaha.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dirancang sebagai ekosistem pembelajaran yang membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas usaha secara berkelanjutan.

“Melalui LinkUMKM, BRI mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usaha melalui akses pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini. Ekosistem ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring sekaligus menangkap peluang pasar yang semakin berkembang di era digital. Dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya