Liputan6.com, Jakarta - Komisaris PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Johan Hidayat menambah kepemilikan saham SIDO pada pertengahan Maret 2026. Tujuan aksi beli saham SIDO ini untuk investasi.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (26/3/2026), Johan Hidayat membeli 300.000 saham SIDO dengan harga Rp 505 per saham pada 16 Maret 2026. Nilai pembelian saham SIDO itu sekitar Rp 151,50 juta.
Advertisement
“Tujuan transaksi dengan status kepemilikan saham langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Setelah transaksi pembelian saham SIDO, Johan genggam 3.157.068 saham SIDO atau setara 0,011%. Sebelumnya, ia memiliki 2.857.068 saham SIDO atau setara 0,01%.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 25 Maret 2026, harga saham SIDO naik 1,98% ke posisi Rp 515 per saham. Saham SIDO dibuka stagnan di posisi Rp 505 per saham. Harga saham SIDO berada di level tertinggi Rp 515 dan terendah Rp 505 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.337 kali dengan volume perdagangan saham 110.223 saham. Nilai transaksi Rp 5,6 miliar.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 2,75% ke posisi 7.302,12. Indeks saham LQ45 bertambah 3,33% ke posisi 746,45. Seluruh indeks saham acuan menghijau.
Dari 11 sektor saham, dua sektor saham melemah. Sektor saham basic turun 0,17% dan sektor saham kesehatan terpangkas 0,12%.
Sementara itu, sektor saham energi naik 5,15%, sektor saham industri melonjak 5,98%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 2,31%, sektor saham consumer siklikal bertambah 3,84%, sektor saham keuangan menanjak 0,71%. Selain itu, sektor saham properti menanjak 0,92%, sektor saham teknologi melompat 1,33%, sektor saham infrastruktur melonjak 3,45% dan sektor saham transportasi meroket 3,3%.
Komisaris dan Direksi Beli Saham SIDO, Segini Nilainya
Sebelumnya, manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) melaporkan kepemilikan saham. Hal ini seiring aksi pembelian saham oleh komisaris dan direksi SIDO pada pertengahan Maret 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (17/3/2026), Komisaris PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Johan Hidayat membeli 1 juta saham SIDO pada 12-13 Maret 2026.
Ia membeli saham SIDO dengan kisaran harga Rp 510-515 dalam tiga kali transaksi. Nilai pembelian saham SIDO mencapai Rp 514 juta. Setelah pembelian saham, Johan Hidayat genggam 2.857.068 saham SIDO atau setara 0,01% dari sebelumnya 1.857.068 saham SIDO atau setara 0,006%.
Selain itu, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Irwan Hidayat beli 2 juta saham SIDO dalam tiga kali transaksi pada 12-13 Maret 2026. Harga pembelian saham SIDO juga di kisaran Rp 510-Rp 515 per saham. Nilai pembelian saham SIDO tersebut mencapai Rp 1,02 miliar. Setelah transaksi,Irwan Hidayat genggam 3.279.400 saham SIDO atau setara 0,011%. Sebelumnya, ia memiliki 1.279.400 saham SIDO atau setara 0,004%.
Pembelian saham oleh komisaris dan direksi SIDO tersebut bertujuan untuk investasi dan status kepemilikan langsung.
Pada penutupan perdagangan saham Senin, 16 Maret 2026, harga saham SIDO turun 0,98% ke posisi Rp 505 per saham. Saham SIDO berada di level tertinggi Rp 510 dan level terendah Rp 500 per saham. Kapitalisasi pasar saham Rp 15,15 triliun.
Kinerja 2025
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Perseroan meraih pertumbuhan penjualan dan laba.
Mengutip laporan keuangan dalam keterbukaan informasi BEI,perseroan mencatat penjualan Rp 4,07 triliun pada 2025, naik 4,09% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,91 triliun.
Beban pokok penjualan bertambah 5,96% menjadi Rp 1,71 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,61 triliun. Seiring hal itu, laba bruto naik 2,78% menjadi Rp 2,36 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,30 triliun.
Perseroan mencatat laba usaha naik 4,93% menjadi Rp 1,54 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,47 triliun. Seiring hal itu, perseroan meraup laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 4,96% menjadi Rp 1,22 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,17 triliun. Perseroan mencatat laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 41,36 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 39,03.
Ekuitas perseroan turun menjadi Rp 3,12 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,48 triliun. Total liabilitas naik menjadi Rp 561,44 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 451,78 miliar. Aset perseroan turun menjadi Rp 3,68 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,93 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 462,59 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 855,5 miliar.