Filipina Darurat Energi, Kementerian ESDM Pastikan Pasokan Indonesia Tetap Aman

Filipina menetapkan darurat energi, Kementerain ESDM memastikan pasokan BBM dan LPG Indonesia tetap aman dan terkendali.

oleh Meila Alfauzi SukmawanDiterbitkan 27 Maret 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi truk BBM di terminal pengisian. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Filipina menetapkan kondisi darurat energi, sementara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) memastikan pasokan energi Indonesia tetap aman, baik untuk BBM maupun LPG.

"Untuk kondisi Indonesia, pasokan energi nasional saat ini dalam kondisi aman dan terkendali, baik untuk BBM maupun LPG," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, melansir Antara, Rabu, 25 Maret 2026.

Anggia mengatakan pemerintah terus mencermati dinamika global, termasuk situasi dan perkembangan di kawasan Timur Tengah.

Kementerian ESDM bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna memastikan pasokan energi tetap andal dan terjaga.

"Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran melakukan pengelolaan energi secara optimal dan adaptif terhadap dinamika global," ucap Anggia.

Salah satu upaya antisipasi yang dilakukan adalah memperkuat pemantauan pasokan dan distribusi energi secara nasional, serta mendorong diversifikasi sumber pasokan energi. Ia menyampaikan seluruh langkah ini bersifat antisipatif dan preventif, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir

"Yang juga perlu diperhatikan adalah pengelolaan konsumsi energi yang lebih bijak dan efisien. Aktivitas ekonomi dan kebutuhan energi masyarakat tetap menjadi prioritas utama untuk dijaga," terang Anggia.

Pemerintah Filipina pada Selasa 24 Maret 2026 menjadi negara pertama yang secara resmi menetapkan status darurat nasional akibat terganggunya rantai pasok energi global imbas konflik di kawasan Timur Tengah.

Konflik Timur Tengah Picu Gangguan Energi Global

Diketahui, untuk memenuhi kebutuhan domestik, Filipina sangat bergantung pada impor minyak dari kawasan Timur Tengah. Tampak dalam foto, para penumpang berjalan di sepanjang jalan di kota Pasay, Filipina, pada Senin, 23 Maret 2026. (AP Photo/Aaron Favila)

Menurut laporan GMA News, Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menandatangani perintah eksekutif yang secara resmi menetapkan status darurat sekaligus mengaktifkan respons nasional untuk memulihkan stabilitas pasokan energi dan menekan dampak ekonomi dari kenaikan harga bahan bakar.

Filipina sendiri mengimpor hampir 26 persen kebutuhan energi nasionalnya dari kawasan Timur Tengah, dengan total belanja energi dari wilayah tersebut pada 2024 mencapai 16 miliar dolar AS.

Ketegangan di kawasan Teluk Persia kian memanas setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Selain itu, Teheran juga menguasai Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sangat penting bagi distribusi minyak global, di mana sebagian besar pasokan energi menuju negara-negara Asia melintasi kawasan tersebut.

 

 

Atasi Polusi Udara Jakarta Harus Gunakan Energi Terbarukan?(Triyasni/Liputan6.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya