Skandal Medis Real Madrid: Salah Diagnosa Cedera Kylian Mbappe Picu Kemarahan dan Sorotan

Kesalahan fatal tim medis Real Madrid dalam mendiagnosis cedera Kylian Mbappe picu kritik global. Salah periksa lutut jadi sorotan besar.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 25 Maret 2026, 17:04 WIB
Selebrasi Kylian Mbappe dalam laga Liga Spanyol antara Alaves vs Real Madrid, Senin (15/12/2025). (AP Photo/Miguel Oses)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid tengah diterpa badai kritik. Bukan soal hasil di lapangan, melainkan skandal besar dari tim medis klub.

Kasus ini mencuat setelah dugaan kesalahan diagnosa cedera yang dialami Kylian Mbappe. Situasi tersebut langsung memicu perhatian luas.

Kesalahan yang terjadi bukan hal sepele. Tim medis disebut memeriksa bagian tubuh yang salah saat mendiagnosis cedera sang pemain.

Insiden ini semakin memperburuk citra tim medis Madrid. Apalagi, musim 2025/2026 juga diwarnai banyak kasus cedera pemain.

Kini, publik mulai mempertanyakan standar profesionalisme di balik penanganan medis klub sebesar Real Madrid.


Salah Diagnosa Fatal: Lutut Kiri Diabaikan

Kylian Mbappe dari Real Madrid (tengah kiri) merayakan bersama Eder Militao setelah mencetak gol pembuka dalam pertandingan La Liga Spanyol antara Real Madrid dan Valencia di Madrid, Spanyol, Sabtu, 1 November 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Kesalahan utama terjadi saat tim medis memeriksa kondisi Mbappe. Mereka justru mengevaluasi lutut kanan.

Padahal, keluhan utama Mbappe berada di lutut kiri. Kesalahan ini membuat diagnosa awal menjadi tidak akurat.

Akibatnya, Mbappe tetap dimainkan tanpa batasan. Keputusan ini berisiko memperparah kondisi cedera yang sebenarnya.

Situasi ini menjadi sorotan karena terjadi pada tahap paling dasar dalam proses medis, yakni identifikasi cedera.


Kemarahan Mbappe dan Dampak Besar bagi Madrid

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe (tengah), berupaya menaklukkan kiper Elche, Inaki Pena, pada laga La Liga antara Elche dan Real Madrid di Elche, Spanyol, Minggu, 23 November 2025. (AP Photo/Alberto Saiz)

Pihak Mbappe bereaksi keras atas insiden tersebut. Mereka menilai kesalahan ini tidak bisa diterima di level tertinggi sepak bola.

Kekecewaan muncul karena kondisi pemain bisa saja memburuk jika terus mengikuti rekomendasi medis yang keliru.

Mbappe bahkan memilih mencari opini kedua di Prancis. Langkah ini menunjukkan hilangnya kepercayaan terhadap tim medis klub.

Hingga kini, belum ada tindakan tegas dari manajemen Real Madrid. Namun, tekanan publik terus meningkat dan bisa memicu perubahan besar.

Sumber: RMC, Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya