IHSG Hari Ini 25 Maret 2026 Terbang 2%, Mayoritas Sektor Saham Menghijau

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tembus 7.200 pada perdagangan saham Rabu, (25/3/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 25 Maret 2026, 15:39 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian perkasa usai libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026 pada Rabu, (25/3/2026).(Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian perkasa usai libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026 pada Rabu, (25/3/2026). IHSG hari ini melesat 2%.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini naik 2,13% ke posisi 7.257,37 pada pukul 15.24 WIB. Indeks saham LQ45 meroket 2,6% ke posisi 741. Sebagian besar indeks saham acuan melambung.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG menguat didorong oleh sektor energi. Pihaknya perkirakan berhubungan dengan kondisi konflik Timur Tengah yang diberitakan akan ada negosiasi antara Iran dengan AS, serta jalur supply energi yang dibuka untuk beberapa negara meskipun masih dalam pengawasan Iran.

"Ditambah dengan adanya penguatan nilai tukar Rupiah terhadap USD dan juga market Asia yang juga mencatatkan penguatan,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Pada perdagangan saham sesi kedua, IHSG berada di level teritnggi 7.264,43 dan level terendah 7.057,22. Sebanyak 554 saham menguat sehingga angkat IHSG. 173 saham melemah dan 94 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.913.669 kali dengan volume perdagangan saham 33,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 21,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.885.

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham basic turun 0,25%. Sektor saham energi melonjak 4,87%, sektor saham industri naik 5,15%, dan sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 1,66%.

Kemudian sektor saham consumer siklikal bertambah 3,38%, sektor saham kesehatan meroket 0,22%, sektor saham keuangan naik 0,05%. Selanjutnya, sektor saham properti melesat 0,65%, sektor saham teknologi bertambah 0,26%, sektor saham infrastruktur bertambah 2,81% dan sektor saham transportasi melesat 2,66%.

Harga saham BRIS naik 1,42% ke posisi Rp 2.140 per saham. Saham BRIS dibuka stagnan ke posisi Rp 2.110 per saham. Saham BRIS berada di level tertinggi Rp 2.150 per saham dan terendah Rp 2.100 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.480 kali dengan volume perdagangan saham 38.497 saham. Nilai transaksi Rp 8,2 miliar.

Top Gainers-Losers

Sebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/1/2026) pagi dibuka melemah 357,76 poin atau 4,30 persen ke posisi 7.962,79. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Saham-saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham ASII meroket 11,21%
  • Saham BUMI meroket 8,74%
  • Saham AMMN meroket 8,53%
  • Saham PTBA meroket 7,90%
  • Saham TLKM meroket 7,54%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham BBNI turun 7,74%
  • Saham UNVR turun 3,63%
  • Saham MDKA turun 3,63%
  • Saham ANTM turun 3,47%
  • Saham MEDC turun 1,67%

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 1,8 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,6 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham BUMI senilai Rp 1 triliun
  • Saham BBNI senilai Rp 861,7 miliar

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 82.734 kali
  • Saham BBRI tercatat 71.129 kali
  • Saham ZATA tercatat 66.804 kali
  • Saham BBCA tercatat 50.047 kali
  • Saham BBNI tercatat 47.849 kali

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya