Kawasan Konservasi Taman Nasional Kutai Hadirkan Wisata Alam Saat Libur Lebaran

Kawasan Konservasi Taman Nasional Kutai di Kalimantan Timur dibuka saat Lebaran 2026, menawarkan wisata petualangan dan edukasi lingkungan bagi pengunjung

oleh Meila Alfauzi SukmawanDiterbitkan 27 Maret 2026, 10:10 WIB
Taman Nasional Kutai. | via: indonesia-tourism.com

Liputan6.com, Jakarta - Kawasan konservasi Taman Nasional Kutai (TNK), yakni Sangkima Jungle Park dan Bontang Mangrove Park (BMP) di Kalimantan Timur (Kaltim) dibuka untuk umum selama periode libur Lebaran 2026.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Sangatta, Budi Isnaini, menyampaikan bahwa Taman Nasional Kutai telah dipersiapkan untuk menyambut pengunjung yang ingin menikmati libur Idul Fitri dengan nuansa pelestarian lingkungan.

"Kami memastikan Taman Nasional Kutai siap menyambut pengunjung yang ingin menikmati libur Idulfitri dengan nuansa pelestarian lingkungan," ujarnya, melansir Antara, Selasa 24 Maret 2026.

Ia menyebut salah satu daya tarik utama di TNK adalah dengan adanya pohon ulin raksasa yang telah berusia lebih dari seribu tahun dan memiliki diameter batang mencapai 2,52 meter. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pengalaman petualangan dengan menyusuri jalur jelajah sepanjang lima kilometer di kawasan Sangkima Jungle Park.

"Fasilitas penunjang, seperti jembatan gantung di atas Sungai Sangkima dan area rumah pohon siap memberikan pengalaman petualangan alam yang berkesan," tutur Budi.

Selain hutan dataran rendah, wisatawan juga bisa menjelajahi kawasan Bontang Mangrove Park yang menyuguhkan hutan pesisir dengan luas mencapai 279 hektare.

"Pengunjung diajak bersantai melintasi jembatan kayu ulin sepanjang 2,15 kilometer yang membelah rimbunnya kawasan hutan bakau alami tersebut," ucap Budi.

Keindahan Alam dan Komitmen Konservasi Satwa Endemik

Taman Nasional Kutai, Indonesia. | via: leakeyfoundation.org

Pengelolaan TNK tetap mengedepankan prinsip konservasi dengan menerapkan sistem zonasi untuk melindungi satwa endemik, seperti orang utan.

Budi menyampaikan bahwa kawasan pelestarian pesisir tersebut menjadi habitat yang aman bagi kawanan bekantan, monyet ekor panjang, serta berbagai spesies burung eksotis.

Pembukaan kawasan hutan pelestarian pada momen Lebaran ini tidak hanya mendorong edukasi lingkungan, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

"Para pengunjung kami minta untuk terus menjaga kebersihan hutan dan mematuhi seluruh aturan konservasi selama menikmati waktu liburan Lebaran bersama keluarga," tutup Budi.

 

Infografis Taman Nasional di Indonesia yang Termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya