Liputan6.com, Jakarta - GTA 6 dipastikan tidak akan menyematkan iklan komersial di tengah permainan. Hal ini ditegaskan oleh Strauss Zelnick selaku Chairman dari Take-Two Interactive, perusahaan induk dari Rockstar Games (penerbit GTA 6). Informasi ini menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Senin (23/3/2026) kemarin.
Berita lain yang juga populer datang dari OpenAI yang mengumumkan bakal merekrut lebih dari 8.000 karyawan hingga tahun 2026.
Advertisement
Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.
1. GTA 6 Dipastikan Bebas Iklan, Apa Harga Game bakal Naik?
Kabar gembira bagi para gamer yang menantikan kehadiran Grand Theft Auto VI (GTA 6). Strauss Zelnick selaku Chairman dari Take-Two Interactive, perusahaan induk dari Rockstar Games, akhirnya angkat bicara mengenai rumor fitur kontroversial yang santer diperbincangkan: iklan di dalam gim (in-game ads).
Dalam sebuah wawancara terbaru melalui kanal YouTube TGB, Zelnick menegaskan bahwa GTA VI tidak akan mengadopsi sistem iklan komersial di tengah permainan.
Menurutnya, sebagaimana dikutip dari Comic Book, Senin (23/3/2026), menyisipkan iklan pada game premium adalah langkah yang tidak etis bagi konsumen.
Wacana mengenai iklan dalam game konsol memang sempat memanas dalam beberapa tahun terakhir. Di dunia GTA yang bertema urban, munculnya papan iklan seperti merek asuransi atau minuman ringan di pinggir jalan tol sebenarnya bisa saja karena dianggap bisa menambah realisme. Namun, Zelnick memilih untuk menjaga integritas pengalaman pemain.
"Sangat sulit bagi saya untuk percaya bahwa kami ingin menempatkan iklan interstitial dalam game yang sudah dibayar seseorang seharga USD 70 atau USD 80 (Rp 1 juta hingga Rp 1,3 jutaan). Rasanya itu tidak adil," ujar Zelnick.
Komitmen ini tentunya menjadi angin segar bagi pengguna PS5 dan Xbox Series X yang khawatir kenyamanan mereka akan terganggu oleh konten sponsor setelah merogoh kocek cukup dalam.
2. Lawan Arus Efisiensi, OpenAI akan Rekrut 8.000 Karyawan pada 2026
Di saat mayoritas raksasa teknologi global masih terjebak dalam tren pemutusan hubungan kerja (PHK) massal demi efisiensi, OpenAI justru mengambil langkah kontradiktif.
Perusahaan pengembang ChatGPT ini tengah bersiap melakukan ekspansi besar-besaran dengan target jumlah tenaga kerja mencapai 8.000 orang pada akhir 2026.
Langkah ambisius ini pertama kali diungkapkan melalui laporan Financial Times, dikutip Senin (23/3/2026). Jika terealisasi, OpenAI akan melipatgandakan jumlah stafnya dari posisi saat ini yang berada di angka sekitar 4.500 karyawan.
Berdasarkan laporan tersebut, rekrutmen masif ini akan mencakup berbagai departemen krusial, mulai dari pengembangan produk, teknik (engineering), riset, hingga tim penjualan.
Namun, ada satu posisi menarik yang menjadi sorotan, yaitu 'Specialists for Technical Ambassadorship'. Posisi ini dirancang khusus untuk menjembatani celah antara teknologi AI yang kompleks dengan kebutuhan praktis dunia usaha.
Para spesialis ini nantinya bertugas membantu klien korporasi dalam mengoptimalkan penggunaan alat-alat AI milik OpenAI agar lebih efektif dan terintegrasi dalam operasional bisnis mereka.
3. WhatsApp di iPhone bakal Punya Fitur Penerjemah Otomatis, Ngobrol Lintas Bahasa Makin Gampang
Pengguna WhatsApp di iPhone bakal kedatangan fitur baru yang mempermudah komunikasi lintas bahasa. Sebab, aplikasi chatting tersebut disebut tengah menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna menerjemahkan pesan secara otomatis.
Berdasarkan temuan dari WABetaInfo seperti dikutip dari 9to5Mac, Senin (23/3/2026), pada versi beta terbaru di TestFlight, WhatsApp diketahui sedang menyiapkan tombol Translate Messages di setiap ruang obrolan.
Seperti namanya, begitu fitur ini aktif, semua pesan baru yang masuk akan diterjemahkan secara otomatis, tanpa pengguna perlu bertindak apa pun.
Setelah mengaktifkan fitur ini, pengguna bebas memilih bahasa asal pesan dan bahasa tujuan terjemahannya. Sebagai contoh, pengguna bisa mengatur agar semua pesan masuk otomatis berubah menjadi bahasa Inggris atau bahasa lainnya.