Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada tiga negara mayoritas muslim di Asia Tenggara. Salah satunya Indonesia.
"Selamat Hari Raya Idulfitri," tulis Menlu Araghchi yang diunggah via platform media social X pada Minggu (22/3/2026).
Advertisement
"Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam) yang mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim zionis terhadap bangsa muslim Iran di bulan Ramadan serta menunjukkan solidaritas."
Per 22 Maret, agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah berlangsung selama 22 hari.
Melansir CGTN, Menlu Araghchi menyatakan bahwa negaranya tidak menginginkan gencatan senjata sementara, melainkan mengupayakan penghentian perang yang "menyeluruh, komprehensif, dan berkelanjutan." Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara telepon dengan Kyodo News pada Jumat (20/3).
Dalam wawancara tersebut, Menlu Araghchi menilai serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai "tindakan agresi ilegal dan tidak diprovokasi". Ia menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap terhadap serangan tersebut.
Menurut Menlu Araghchi, sejumlah negara saat ini tengah berupaya memediasi penghentian konflik. Namun, Iran menolak seruan untuk gencatan senjata sementara. Ia menegaskan bahwa setiap penyelesaian konflik harus mencakup jaminan agar serangan serupa tidak terulang di masa depan, serta kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama konflik berlangsung.
Lebih lanjut, Menlu Araghchi menyampaikan bahwa meskipun upaya diplomatik masih terus berjalan, Amerika Serikat dinilai belum menunjukkan kesiapan untuk mencapai penyelesaian yang sungguh-sungguh.