Dari Usaha Rumahan hingga Ikon Oleh-Oleh Semarang, Perjalanan Bandeng Juwana Elrina yang Bertumbuh bersama BRI

Bandeng Juwana Elrina menjadi ikon oleh-oleh Semarang. Usaha keluarga ini berkembang dari stand kecil hingga toko besar berkat inovasi dan dukungan BRI.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 22 Maret 2026, 13:45 WIB
Bandeng Juwana Elrina, oleh-oleh khas Semarang yang tumbuh bersama dukungan BRI.

Liputan6.com, Jakarta - Setiap musim mudik Lebaran, kota Semarang selalu dipadati pemudik yang singgah sejenak dalam perjalanan. Selain dikenal sebagai jalur utama arus mudik, kota ini juga menjadi tujuan favorit untuk membeli berbagai oleh-oleh khas daerah.

Salah satu yang paling terkenal adalah Bandeng Juwana Elrina. Toko oleh-oleh ini sudah lama menjadi destinasi wajib bagi banyak orang yang melintas di Semarang, terutama bagi mereka yang ingin membawa pulang bandeng presto sebagai buah tangan.

Usaha ini memiliki perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah mimpi sederhana. Jason Nathaniel Kusmadi, cucu pendiri Bandeng Juwana Elrina, menuturkan bahwa sang kakek ingin memiliki usaha sendiri agar dapat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.

Awalnya, keluarga berencana membuka usaha bakery. Namun keterbatasan modal membuat rencana tersebut tidak dapat direalisasikan. Melihat banyaknya pedagang bandeng di sekitar rumah, keluarga kemudian mencoba mengolah ikan tersebut sebagai peluang usaha.

Upaya tersebut akhirnya melahirkan usaha Bandeng Juwana Elrina pada 3 Januari 1981. Pada masa awal berdiri, usaha ini masih sangat sederhana.

“Bukan toko besar seperti sekarang, melainkan hanya sebuah stand kecil yang menempel di rumah yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus praktik dokter” ungkapnya.

Meski dimulai dari skala kecil, usaha tersebut berkembang dengan cepat. Pada tahun 1984, stand kecil itu sudah bertransformasi menjadi toko oleh-oleh dengan produk utama bandeng presto yang menjadi ciri khasnya.

 

Diversifikasi Produk untuk Bertahan di Persaingan

Bandeng Juwana Elrina, oleh-oleh khas Semarang yang tumbuh bersama dukungan BRI.

Perkembangan bisnis membuat Bandeng Juwana Elrina terus berinovasi dalam menghadirkan produk baru. Saat ini, tidak hanya bandeng presto yang tersedia, tetapi juga berbagai olahan lainnya seperti bandeng asap, otak-otak bandeng, bandeng dalam sangkar, hingga boneless bandeng.

Jason menyebut bahwa inovasi menjadi kunci penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis oleh-oleh yang persaingannya cukup ketat.

"Bandeng masih jadi produk yang utama, tapi kalau hanya jualan bandeng, tentu akan sulit bersaing dengan yang lain. Jadi, kita berinovasi dengan memproduksi wingko babat, lumpia, tahu bakso, dan bakpia," ujar Jason.

Selain itu, toko ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk menitipkan produknya. Berbagai makanan khas seperti moci, jenang, keripik hingga abon kini bisa ditemukan di Bandeng Juwana Elrina.

Langkah ini membuat toko tersebut berkembang menjadi pusat oleh-oleh yang lengkap bagi para pengunjung.

“Jadi idenya adalah kalau orang datang ke Bandeng Juwana, cari oleh-olehnya ya sudah di sini saja,” ujar Jason.

Dukungan BRI Perkuat Perkembangan Usaha

Bandeng Juwana Elrina, oleh-oleh khas Semarang yang tumbuh bersama dukungan BRI.

Dalam mengembangkan bisnisnya, Bandeng Juwana Elrina juga mendapatkan dukungan dari BRI melalui berbagai program pemberdayaan usaha.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa akses pembiayaan, tetapi juga pelatihan pengelolaan keuangan serta dukungan dalam pengurusan izin usaha seperti PIRT dan sertifikasi halal.

Kolaborasi tersebut juga menghadirkan BRI Corner di area toko yang menawarkan berbagai produk kerajinan serta suvenir khas yang tidak tersedia di toko utama. Pelanggan juga dapat menikmati beragam promo seperti cashback, tukar poin, hingga program tebus murah.

Jason menambahkan bahwa peningkatan jumlah pengunjung biasanya terjadi selama periode Ramadan hingga Lebaran. Namun puncak keramaian justru sering terjadi saat arus balik.

“Kalau Lebaran itu ramainya justru setelah Lebaran, saat arus balik. Orang-orang yang kembali ke kota asal biasanya mampir membeli oleh-oleh,” kata Jason.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa BRI terus berupaya memperkuat dukungan kepada pelaku usaha melalui pembiayaan dan pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kisah dari pelaku usaha Bandeng Juwana Elrina di Semarang menjadi salah satu contoh dengan pendanaan usaha dan pemberdayaan dari BRI, pelaku usaha bisa terus berkembang usahanya dan menjadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha di daerah lainnya” imbuhnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya