Liputan6.com, Jakarta - Puncak arus balik masa Lebaran 2026 atau Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diprediksi akan berlangsung pada 24 Maret 2026.
“Prediksi kami pada arus balik nanti adalah di tanggal 24 Maret,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono dikutip dari Antara, Sabtu (21/3/2026).
Advertisement
Selain itu, sambung dia, diprediksi terjadi gelombang kedua puncak arus mudik pada tanggal 28-29 Maret.
Untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan, ia pun mengimbau masyarakat untuk kembali ke rumah pada tanggal 26 dan 27 Maret dengan memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30 persen.
“Diatur perencanaan yang baik dengan waktu yang tepat. Lihat kepadatan jalan sehingga betul-betul menikmati kembali dalam arus balik nanti, selamat sampai tujuan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan mengatakan, dengan diberikannya kebijakan work from anywhere (WFA) oleh pemerintah, ia mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu kembali ke rumah.
“Bisa kembali silakan di tanggal 25, 26, 27 sampai dengan 29 sehingga arus puncak ini bisa tersebar di setiap hari,” katanya.
Pengaturan ini, kata dia, semata-mata untuk memberikan kelancaran dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang akan kembali ke rumah masing-masing.
Arus Balik Lebaran di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 2 Gelombang, Ini Penyebabnya
Kepala Terminal Kampung Rambutan Revi Zulkarnain memprediksi akan terjadi dua gelombang puncak arus balik lebaran 2026 di tempatnya.
"Arus balik pertama diperkirakan terjadi tanggal 25 Maret, terutama dini hari sampai pagi. Kemudian puncak kedua akan terjadi pada 29 Maret karena ada masyarakat yang masa liburnya lebih panjang," kata dia, di Jakarta, Jumat (20/3/2026).
Revi menjelaskan, gelombang pertama arus balik didominasi pekerja yang mulai kembali masuk kerja pada 25 Maret 2026. Sementara itu, gelombang kedua berasal dari pemudik dengan masa libur lebih panjang. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, posko pelayanan tetap dioperasikan hingga 29 Maret 2026.
Selain itu, masih kata dia seperti dilansir dari Antara, operasional terminal juga berjalan penuh selama 24 jam, termasuk pada hari-H Idul Fitri.
"Kita menyiapkan tiga posko pelayanan itu dibantu dari Polisi dan TNI, kemudian ada Satpol PP, kemudian Dishub kemudian Pramuka, itu untuk memberikan rasa aman kepada penumpang yang melakukan mudik, itu tetap ada sampai tanggal 29 Maret 2026," ungkap dia.
Selain itu, tersedia posko kesehatan yang didukung Dinas Kesehatan, Sudin Kesehatan Jakarta Timur, dan berbagai lembaga lain untuk memantau kondisi pemudik selama di terminal.
Revi menambahkan, pihak terminal juga menghadirkan posko ramp check guna memastikan kelayakan operasional bus, bekerja sama dengan unit pengujian kendaraan dan Dinas Perhubungan setempat.
Berbagai fasilitas pendukung turut disediakan, seperti ruang tunggu, ruang istirahat, ruang laktasi, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pemudik.