Liputan6.com, Riyadh - Mahkamah Saudi mengimbau umat Muslim untuk memantau kemunculan bulan sabit (hilal) Syawal pada Rabu malam, 29 Ramadan, yang bertepatan dengan 18 Maret 2026 sebagai penanda berakhirnya Ramadan dan penentuan hari raya Idul Fitri.
Dalam sebuah pernyataan, Mahkamah Agung mendorong setiap orang yang mengamati bulan sabit, baik dengan mata telanjang maupun melalui teropong, untuk melaporkan pengamatan mereka ke pengadilan terdekat dan mendokumentasikan kesaksian mereka atau menghubungi pusat terdekat untuk mendapatkan bantuan dalam mencapai pengadilan.
Advertisement
Mahkamah Agung juga mendorong mereka yang melihat bulan sabit untuk berpartisipasi dalam komite pengamatan bulan resmi yang dibentuk oleh pengadilan di seluruh Kerajaan, menekankan bahwa melakukan hal itu berkontribusi pada kerja sama dalam kebaikan dan bermanfaat bagi semua umat Muslim.
Sementara itu, seiring dengan semakin dekatnya akhir Ramadan 2026, suasana di berbagai penjuru dunia Muslim mulai dipenuhi dengan rasa antusias dan harapan, yaitu proses pengamatan bulan sabit Syawal. Momen ini memiliki makna yang sangat penting, karena menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadan sekaligus dimulainya perayaan Idul Fitri.
Penampakan hilal Syawal menandai puncak bulan suci Ramadan dan awal perayaan Idul Fitri selama seminggu di Arab Saudi. Salat Id dilaksanakan keesokan paginya, tepat setelah matahari terbit. Tradisi Islam yang telah berusia berabad-abad ini tetap menjadi bagian penting dalam menentukan kalender Hijriah, yang mengikuti siklus bulan.