Kapolri Beberkan Data Mudik 2026: 1,2 Juta Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta, Angka Kecelakaan Turun Drastis

Hingga hari ke enam operasi ketupat, kendaraan keluar dari Jakarta sebesar 1.213.388 kendaraan. Angka kecelakaan menurun 40,91 persen atau 682 kasus dibandingkan pada operasi ketupat tahun 2025

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 18 Maret 2026, 12:06 WIB
Foto udara menunjukkan kendaraan yang terjebak kemacetan di gerbang tol Cikampek Utama 2, Jawa Barat, pada Selasa 17 Maret 2026. Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Angka kecelakaan lalu lintas dalam mudik 2026 tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdasarkan evaluasi hingga hari keenam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

"Alhamdulillah jumlah kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan pada kita ini menurun 40,91 persen atau 682 kasus dibandingkan pada operasi ketupat tahun 2025 kemarin," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3).

Sigit bersyukur kesadaran masyarakat dalam berkendara semakin membaik. Dia berharap, kondisi kondusif ini dapat terjaga hingga seluruh rangkaian tradisi tahunan masyarakat Indonesia ini berakhir dengan selamat.

"Mudah-mudahan angka ini bisa kita pertahankan sampai dengan selesainya rangkaian mudik dan rangkaian balik," ujarnya.

Kapolri melanjutkan, volume kendaraan yang meninggalkan ibu kota mengalami lonjakan yang cukup tajam. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kepolisian di titik-titik krusial seperti gerbang tol utama menuju arah timur. 

Hingga hari ke enam operasi ketupat, kendaraan keluar dari Jakarta sebesar 1.213.388 kendaraan. Kendaraan yang melalui tol naik 2,83 persen dibandingkan lebaran tahun 2025. 

Pantauan terkini menunjukkan adanya kepadatan di beberapa gerbang tol dan pelabuhan penyeberangan. Polisi melakukan berbagai upaya rekayasa lalu lintas untuk mengurai antrean panjang kendaraan tersebut.

"Titik yang paling padat saat ini yang termonitor mungkin rekan-rekan beberapa waktu yang lalu Gilimanuk, namun alhamdulillah perlahan sudah bisa kita urai, sedangkan di jalur tol di Gerbang Tol Cikatama," kata Kapolri. 

Polri juga memastikan kenyamanan pemudik dengan menyediakan pos-pos terpadu di sepanjang jalur arteri maupun jalan tol. Fasilitas ini disiapkan agar masyarakat bisa beristirahat dengan layak dan mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma jika merasa lelah. 

"Sehingga masyarakat yang ingin beristirahat di situ disiapkan fasilitas untuk istirahat, fasilitas untuk pengecekan kesehatan, termasuk juga kalau seandainya ingin makan apakah buka atau sahur, ataupun juga mengisi BBM," jelasnya.

Antisipasi Pemudik Kehabisan Bensin

Polisi juga sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kendaraan yang mogok atau kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan. Polri menyiagakan tim khusus yang bergerak cepat di lapangan. Pasukan ini dibekali dengan unit motor untuk menembus titik-titik kepadatan yang sulit dijangkau mobil bantuan. 

"Tentunya semuanya sudah disiapkan termasuk pasukan motoris juga disiapkan, sehingga begitu ada masalah di jalur macet karena kehabisan BBM maka motoris akan segera cepat," ungkapnya.

Selain kesiapan fisik, Polri meluncurkan berbagai layanan informasi digital seperti NTMC, Travoy, hingga aplikasi khusus wilayah seperti Sipolan dan Siger. Layanan ini bertujuan agar pemudik bisa menentukan rute terbaik secara real time melalui bantuan teknologi.

"Semuanya akan dijawab dengan mesin dan kita juga menyiapkan layanan 110 untuk menerima pengaduan manual lewat telepon," ucapnya.

 

Reporter: Ady Anugrahadi dan Nur Habibie

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya