Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Thailand akan menaikkan harga bahan bakar minyak eceran secara bertahap mulai Rabu, 18 Maret 2026. Akan tetapi, Thailand akan memberikan subsidi besar untuk harga bahan bakar standar diesel.
Mengutip Bangkok Post, Selasa (17/3/2026), Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perhubungan Phiphat Ratchakitprakarn mengumumkan langkah menaikkan harga bahan bakar itu di Gedung Pemerintah di Bangkok, Selasa pagi ini.
Advertisement
Ia menuturkan, harga bensin dan diesel akan naik bertahap mulai Rabu. Harga diesel akan naik kurang dari satu baht per liter atau Rp 524,57 (satu baht terhadap rupiah 524,6) pada Rabu pagi, 18 Maret 2026 dan akan dibatasi hingga 33 baht atau Rp 17.310 per liter.
"Pemerintah akan memutuskan kenaikan harga diesel pada Selasa malam,” ujar dia.
Phiphat menuturkan, harga diesel pernah mencapai 34,94 baht per liter selama masa pemerintahan pada dua pemerintahan sebelumnya. "Kami akan menaikkan harga secara bertahap menuju titik tersebut,” kata dia.
Selain itu, pemerintah akan memasok diesel B20 ke sektor pertanian, industri dan transportasi. “Harganya akan lebih murah daripada diesel B7 sekitar empat atau lima baht per liter,” ujar Phiphat.
Adapun the Oil Fuel Fund Office atau Kantor Dana Bahan Bakar Minyak (BBM) mengatakan pada Senin, 16 Maret 2026 kalau dana itu mensubsidi solar berkecepatan tinggi sebesar 20,36 baht per liter, bensin gasohol 95 dan 91 sebesar 9,73 baht per liter. Lalu bensin gasohol E85 sebesar 2,28 baht per liter dan bensin gasohol E20 sebesar 11,06 baht per liter.
Phipat menuturkan, dana bahan bakar minyak mengalami defisit sebesar 12 miliar baht pada Senin dan pemerintah sementara akan membatasi kerugian dana itu hingga 40 miliar baht.
Cadangan Bahan Bakar Thailand
Ia mengatakan, jika pelantikan pemerintah baru tertunda dan Kementerian Keuangan tidak dapat memperoleh pinjaman segera untuk subsidi harga lebih lanjut, pemerintah sementara akan meminta izin kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan dukungan keuangan khusus guna membantu mengelola harga bahan bakar di seluruh negeri.
Phiphat menuturkan, hingga Selasa pekan ini, Thailand memiliki cadangan bahan bakar yang cukup untuk pemakaian selama 96 hari. Kelangkaan yang terjadi saat ini di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) lokal sebagian besar disebabkan oleh ketidakmampuan pengiriman untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
Menurut menteri transportasi, terdapat sekitar 20.000 SPBU kecil dan independen di seluruh negeri. Kelangkaan di SPBU-SPBU ini menyebabkan peningkatan permintaan yang signifikan di sekitar 10.000 SPBU yang dioperasikan oleh merek-merek besar. Mereka terpaksa tutup ketika persediaan bensin habis, dan menunggu pengiriman berikutnya.
Ia menegaskan kembali bahwa Thailand tidak akan menghadapi kekurangan bahan bakar. “Pemerintah berencana untuk membeli minyak mentah dari Rusia, jika diperlukan, untuk memastikan pasokan yang aman,” tutur dia.
Para pemimpin industri minyak sebelumnya telah memberikan jaminan Thailand memiliki kapasitas penyulingan yang memadai untuk memenuhi permintaan domestik.
Harga BBM di Singapura Naik
Sebelumnya, harga BBM Singapura kembali mengalami kenaikan pada awal pekan ini setelah perusahaan energi Shell melakukan penyesuaian harga terbaru pada Senin 16 Maret 2026.
Dikutip dari Asia One, Selasa (17/3/2026), setelah akhir pekan di mana harga bahan bakar relatif stabil, Shell langsung memulai pekan dengan menaikkan harga bensin dan solar. Kenaikan ini membuat harga bensin oktan 98 milik Shell hampir menyentuh 4 dolar Singapura per liter atau kurang lebih Rp 53.163 (estimasi kurs Rp 13.290 per dolar Singapura).
Langkah ini diambil sehari setelah Presiden Consumer Association of Singapore, Melvin Yong, meminta perusahaan bahan bakar untuk lebih transparan dan menahan diri dalam melakukan penyesuaian harga, menyusul kenaikan harga selama lima hari berturut-turut pada pekan sebelumnya.
Berdasarkan pembaruan papan harga pada pukul 11.30 waktu setempat, Shell menaikkan harga bensin oktan 95, 98, V-Power, serta solar masing-masing sebesar 7 sen.
Kenaikan tersebut membuat Shell kini menjadi perusahaan dengan harga BBM paling tinggi di Singapura untuk seluruh jenis bahan bakar per pukul 13.30 waktu setempat