Mudik Lebaran, 812 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek hingga H-6 Idul Fitri 2026

Sebanyak 812.342 kendaraan meninggalkan Jabotabek pada H-10 sampai dengan H-6 libur Lebaran 2026.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 17 Maret 2026, 12:00 WIB
GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada arus Mudik Lebaran 2022. (Dok. Jasa Marga)

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan, sebanyak 812.342 kendaraan meninggalkan Jabotabek pada H-10 sampai dengan H-6 Lebaran 2026, atau pada periode mudik Rabu-Minggu (11-15 Maret 2026).

Total volume lalu lintas (lalin) yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 9,6 persen jika dibandingkan dengan lalin normal, sebanyak 740.988 kendaraan.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan, volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-6 Lebaran tercatat mencapai 162.129 kendaraan, atau meningkat 21,3 persen dibandingkan lalin normal sebanyak 133.637 kendaraan.

"Hal ini sejalan dengan pemberlakuan diskon tarif tol sebesar 30 persen yang diberlakukan pada Minggu, 15 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga Senin, 16 Maret 2026 pukul 24.00 WIB (H-6 hingga H-5 Lebaran), atau selama dua hari pada periode arus mudik," jelas Rivan, Selasa (17/3/2026).

Peningkatan volume lalu lintas tersebut juga dipengaruhi oleh mulai berlakunya kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) alias PNS pada hari Senin (16/3/2026).

Menurut dia, kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal. Sehingga sebagian pengguna jalan memilih memulai perjalanan mudik lebih cepat melalui ruas-ruas tol yang mengarah keluar wilayah Jabotabek.

"Selain itu, kebijakan WFA yang berlangsung selama lima hari pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 juga turut mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal," imbuh Rivan.

 

Lalu Lintas via 4 Pintu Tol

Kendaraan melintasi ruas jalan tol di Jakarta, Selasa (19/5/2020). PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi volume lalu lintas selama Lebaran akan mengalami penurunan signifikan sebesar 58,7 persen untuk pasca Idul Fitri akibat larangan mudik selama pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Adapun angka kumulatif pergerakan arus mudik meninggalkan Jabotabek tercatat melalui empat gerbang tol (GT) utama, yakni GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak).

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ketiga arah, mayoritas sebanyak 385.245 kendaraan (47,4 persen) menuju arah timur (Trans Jawa dan Bandung), 254.896 kendaraan (31,4 persen) menuju arah barat (Merak), dan 172.201 kendaraan (21,2 persen) menuju arah selatan (Puncak).

Berikut rinciannya:

1. Arah Timur (Trans Jawa dan Bandung)

Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 228.239 kendaraan, meningkat sebesar 56,4 persen dari lalin normal.

Sementara lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 157.006 kendaraan, lebih rendah 5,3 persen dari lalin normal.

Total lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 385.245 kendaraan, meningkat sebesar 23,5 persen dari lalin normal.

 

Rincian Berikutnya

Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat volume lalu lintas arus mudik Lebaran 2023 di Ruas Tol wilayah Jabotabek dan Jawa Barat. (Istimewa)

2. Arah Barat (Merak)

Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 254.896 kendaraan, meningkat 4,8 persen dari lalin normal.

3. Arah Selatan (Puncak)

Di sisi lain, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 172.201 kendaraan, lebih rendah 7,3 persen dari lalin normal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya