Liputan6.com, Jakarta - Pasar minyak global mengirimkan sinyal kuat bahwa pelepasan besar-besaran cadangan minyak oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya belum cukup untuk mengatasi gangguan pasokan energi yang dipicu perang Iran.
Lebih dari 30 negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur Laut sepakat melepas sekitar 400 juta barel minyak ke pasar global. Langkah ini dilakukan untuk menahan lonjakan harga energi yang terjadi sejak konflik di kawasan Teluk memanas.
Advertisement
Artikel mengenai minyak dunia ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Selasa (16/3/2026):
1. 400 Juta Barel Cadangan Minyak Dilepas, Tapi Mengapa Harga Masih Melonjak?
Pasar minyak global mengirimkan sinyal kuat bahwa pelepasan besar-besaran cadangan minyak oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya belum cukup untuk mengatasi gangguan pasokan energi yang dipicu perang Iran.
Dikutip dari CNBC, Senin (16/3/2026), lebih dari 30 negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur Laut sepakat melepas sekitar 400 juta barel minyak ke pasar global. Langkah ini dilakukan untuk menahan lonjakan harga energi yang terjadi sejak konflik di kawasan Teluk memanas.
Amerika Serikat memimpin langkah tersebut dengan melepas 172 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) atau sekitar 43% dari total cadangan yang dilepas oleh negara-negara anggota International Energy Agency (IEA).
Langkah ini menjadi pelepasan cadangan minyak terbesar dalam 50 tahun sejarah IEA, organisasi yang bertugas menjaga keamanan energi negara-negara anggotanya saat krisis global.
2. Harga Pangan Hari Ini 16 Maret 2026: Bawang dan Cabai Rawit Merah Kompak Naik
Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan di pasar nasional terpantau mengalami lonjakan pada H-5 Lebaran, Senin (16/3/2026). Beberapa komoditas pangan utama seperti bawang dan cabai rawit merah kompak naik, menurut laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS).
Harga bawang merah di pasar tradisional secara rata-rata nasional dibanderol Rp 47.600 per kg, naik Rp 4.200 (9,68 persen). Senada, harga bawang putih juga naik Rp 1.900 (4,74 persen) menjadi Rp 42.000 per kg.
Patokan harga tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan harga pasaran di DKI Jakarta. Bawang merah dijual di kisaran Rp 48.250 per kg, sementara bawang putih dibanderol Rp 44.150 per kg.
Lonjakan harga juga turut dialami komoditas cabai di pasar nasional. Cabai merah besar dipatok Rp 51.800 per kg atau meroket Rp 7.550 (17,06 persen). Cabai merah keriting dijual di kisaran Rp 51.100 per kg atau naik Rp 7.300 (16,67 persen).
3. Kurs Dolar AS Perkasa, Rupiah Ditekan Konflik Timur Tengah
Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi di Jakarta. Penguatan kurs dolar AS terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pada awal perdagangan, rupiah tercatat melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp 16.970 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di Rp 16.958 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan pelemahan rupiah tidak lepas dari meningkatnya sentimen risiko di pasar global yang mendorong penguatan kurs dolar.