Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan tabrakan beruntun melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Nasional Banyuwangi-Situbondo, tepatnya di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Sabtu (14/3/2026) pagi. Insiden tragis yang dipicu oleh upaya mendahului saat kemacetan ini menelan satu korban jiwa.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 06.50 WIB. Korban meninggal dunia adalah seorang pengendara Honda Vario berinisial SI (30), warga Kecamatan Wongsorejo, yang sempat terjepit di antara dua truk besar.
Advertisement
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian mengonfirmasi kronologi kejadian yang bermula saat arus lalu lintas dari arah Situbondo menuju Banyuwangi sedang tersendat.
"Saat itu, truk Mitsubishi putih, motor korban, dan truk Fuso Box sedang berhenti karena antrean kemacetan. Namun, dari arah belakang, muncul Toyota Avanza dan truk Mitsubishi hijau," ujar Ipda Pepri.
Diduga karena kurang perhitungan, pengemudi Avanza bernopol L-1605-VF mencoba menerobos antrean. Manuver tersebut berakhir fatal; Avanza menabrak bagian belakang truk Mitsubishi putih. Tak berselang lama, truk Mitsubishi hijau di belakang Avanza turut menghantam mobil tersebut hingga memicu efek domino.
Alami Luka Serius
Benturan beruntun ini membuat truk putih terdorong ke depan dan menghimpit motor korban hingga terjepit di antara truk putih dan truk Fuso Box yang berada di posisi paling depan.
Korban SI mengalami luka sangat serius, mulai dari patah tulang kaki kiri hingga luka robek parah pada bagian perut. Sempat dilarikan ke Puskesmas Wongsorejo dan dirujuk ke RSUD Blambangan, nyawa korban tidak tertolong saat menjalani perawatan medis.
Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat.
"Penyelidikan intensif masih kami lakukan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan ini. Kami mengimbau pengendara untuk tetap sabar dan tidak memaksakan diri menyalip saat kondisi jalan macet demi keselamatan bersama," tegas Pepri.