Iran Buru Komandan AS dan Israel, Serang Sejumlah Titik dengan Drone dan Rudal

Angkatan bersenjata Iran telah melakukan serangan terhadap sejumlah lokasi yang diduga sebagai markas komandan Israel dan AS.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 14 Maret 2026, 13:08 WIB
Serangan ini merupakan balasan langsung atas serangan udara skala besar yang dilakukan oleh militer Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran dan wilayah Iran lainnya pada Sabtu 28 Februari 2026 pagi. Tampak dalam foto, jejak-jejak pencegahan rudal pertahanan udara terlihat di Tel Aviv, Israel, Sabtu 28 Februari 2026. (AP Photo/Ohad Zwigenberg)

Liputan6.com, Jakarta - Angkatan bersenjata Iran telah melakukan serangan terhadap lokasi-lokasi yang diduga sebagai markas komandan Israel dan AS, kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat, 13 Maret 2026.

"Sekitar 10 tempat perlindungan dan lokasi di wilayah pendudukan, serta tiga lokasi perkumpulan dan tempat perlindungan AS di wilayah tersebut, telah diidentifikasi dan diserang dengan tujuan memburu komandan AS dan Zionis," kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Fars, dilansir dari Antara, Sabtu (14/3/2026).

Pasukan Iran menggunakan drone dan rudal untuk menyerang tujuh lokasi di Tel Aviv, Israel, dua target di kota Rishon LeZion, selatan Tel Aviv, dan satu di kota Shoham. Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, serta pangkalan militer AS di kota Baghdad dan Erbil di Irak juga diserang.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil pada 28 Februari 2026. Serangan itu juga menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

 

Serangan Balasan

Kepulan asap membubung setelah ledakan yang dilaporkan terjadi di Teheran, Iran, pada 28 Februari 2026. Dua ledakan keras terdengar di Teheran, Iran, pada 28 Februari 2026 pagi hari. (Foto oleh AFP)

Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel awalnya mengklaim serangan "pencegahan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi segera memperjelas tujuan mereka yang ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya