Kapolri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Antisipasi Bencana di Mudik Lebaran 2026

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kepolisian akan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama arus mudik Lebaran 2026.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 12 Maret 2026, 18:38 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya).

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pihaknya akan meningkatkan kesiapsiagaan potensi bencana baik itu banjir sampai longsor saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.

"Beberapa hal yang tentunya menjadi perhatian kita, karena memang mudik kali ini kita masih menghadapi situasi hujan," kata dia usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

"Berdasarkan ramalan BMKG masih akan terjadi hujan di beberapa wilayah sehingga tentunya kami juga mempersiapkan kesiapan apabila terjadi bencana," sambungnya.

Selain mempersiapkan kesiapsiagaan bencana, Listyo membeberkan rekayasa lalu lintas yang dijalankan oleh kepolisian selama Operasi Ketupat 2026.

"Kami akan melaksanakan pengaturan atau rekayasa baik yang ada di jalur tol utamanya dan juga di jalur arteri," kata dia.

"Kita akan berlakukan mulai dari penggunaan traffic cone, contraflow, sampai dengan one way, apakah itu one way nasional ataupun one way lokal," sambung dia.

 

Pelabuhan Juga Jadi Perhatian

Sementara itu, untuk bagian penyeberangan, petugas akan memberlakukan pemanfaatan delay system, buffer zone, sampai dengan first come first serve, utamanya pada saat puncak arus mudik.

Lebih lanjut, Listyo menyampaikan ada 161.243 personel gabungan yang diterjunkan, terdiri dari TNI, Polri, Dishub, Pemerintah Daerah, serta Kementerian/Lembaga. Sebagai informasi, Operasi Ketupat 2026 akan digelar selama 13 hari, dari 13 Maret - 25 Maret 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya