Liputan6.com, Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan pemasukan sebesar Rp 820 miliar dari layanan imbal jasa e-commerce Tokopedia sepanjang 2025.
"Imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia mencapai Rp 193 miliar pada kuartal keempat, atau mencapai Rp 820 miliar untuk setahun penuh," kata Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo dalam Laporan Kinerja Keuangan GoTo Tahun 2025, di Jakarta, di tulis Kamis (12/3/2026).
Advertisement
Sebagai perbandingan, pada 2024 pendapatan dari pos yang sama tercatat sekitar Rp 690 miliar. Nilai tersebut dihitung untuk periode 11 bulan sejak kebijakan skema biaya layanan Tokopedia/Tokopedia Shop mulai diterapkan.
Adapun angka Rp 690 miliar tersebut setara dengan Rp 622 miliar setelah dikurangi pajak pertambahan nilai (PPN). Dari total tersebut, kontribusi terbesar datang dari kuartal IV-2024 yang mencapai sekitar Rp 204 miliar, atau sekitar Rp 183 miliar jika dihitung secara bersih setelah pajak.
Imbal jasa e-commerce sendiri merupakan pendapatan berupa biaya layanan yang dibayarkan oleh Tokopedia kepada GOTO setelah platform tersebut diakuisisi oleh TikTok Shop.
Meski kini hanya berstatus sebagai pemegang saham minoritas, GOTO tetap memperoleh pemasukan berkat perannya dalam menyediakan dukungan ekosistem bagi layanan tersebut.
Pendapatan Bersih
Adapun GoTo mencatatkan pendapatan bersih naik 19% YoY menjadi Rp 5 triliun pada Kuartal IV dan naik 24% YoY menjadi Rp1 8,3 triliun selama tahun 2025. Disisi lain, sejalan dengan meningkatnya jumlah Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU) Grup sebesar 24% YoY menjadi 66 juta pengguna.
Untuk unit usaha On-Demand Services, pihaknya memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik. “Untuk mewujudkannya, kami akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut," ujarnya.
EBITDA GoTo Tahun 2025 Capai Rp 2 Triliun, Lebihi Target
Selain itu, GoTo mencatatkan EBITDA Grup yang disesuaikan untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 2 triliun, melampaui pedoman kinerja sebesar Rp 1,8-1,9 triliun.
“Kami mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama tahun 2025, dengan GTV inti meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan3 mencapai Rp 2 triliun, melampaui pedoman yang telah kami tetapkan,” ujarnya. Oleh karena itu, kata Hans, GoTo menetapkan pedoman untuk tahun buku 2026 naik 59-69% menjadi Rp 3,2-3,4 triliun.
GoTo Berhasil Kantongi Pendapatan Bersih Rp 18,32 Triliun pada 2025
Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar Rp 18,32 triliun di tahun 2025, atau mengalami peningkatan 24% dibandingkan dengan pendapatan bersih tahun 2024 sebesar Rp 14,75 triliun.
Perseroan berhasil melampaui pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan3 tahun 2025 sebesar Rp 1,8-1,9 triliun, dan menetapkan pedoman untuk tahun buku 2026 naik 59-69% menjadi Rp 3,2-3,4 triliun.
“Kami mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama tahun 2025, dengan GTV inti1 meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan3 mencapai Rp 2 triliun, melampaui pedoman yang telah kami tetapkan. Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan3 untuk 2026 di kisaran Rp 3,2–3,4 triliun," kata Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, dalam Laporan Kinerja Keuangan GoTo Tahun 2025, di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Hans mengatakan pertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026.
Untuk unit usaha On-Demand Services, pihaknya memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik.”
“Untuk mewujudkannya, kami akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut," ujarnya.
Arus Kas
Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menambahkan bahwa kinerja GoTo mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line).
"Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan3, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif," ujar Simon.
Simon juga mengatakan bahwa GoTo mencatatkan peningkatan arus kas bebas yang disesuaikan positif, sebuah indikasi yang jelas dari penguatan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif.
"Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026," ujar Simon.