Liputan6.com, Jakarta - KAI Commuter memastikan kesiapan layanan Commuter Line (KRL) Merak untuk mendukung mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026, khususnya bagi penumpang yang menuju kawasan penyeberangan Merak.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, pihaknya mengoperasikan 14 perjalanan Commuter Line Merak per hari dengan kapasitas angkut mencapai 412.352 penumpang selama periode Angkutan Lebaran.
Advertisement
“Volume pengguna di lintas ini diprediksi mencapai 299.259 orang, meningkat sekitar 1% dibandingkan tahun lalu,” ujar Karina dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Ia mengingatkan, pada 13–20 Maret 2026 layanan Commuter Line Merak hanya akan beroperasi hingga Stasiun Cilegon. Penumpang yang hendak menuju Stasiun Merak akan dialihkan menggunakan moda transportasi lanjutan dari Cilegon.
Penyesuaian ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas kendaraan menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak–Bakauheni, yang biasanya mengalami lonjakan signifikan saat puncak arus mudik.
Secara keseluruhan, KAI Commuter mengoperasikan 1.149 perjalanan kereta per hari di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya selama Angkutan Lebaran 2026 dengan kapasitas mencapai 50,2 juta penumpang, meningkat sekitar 4% dibandingkan tahun lalu.
“KAI Commuter menyediakan kapasitas angkut sebanyak 50.244.436 orang atau lebih banyak 4 persen dari kapasitas angkut tahun lalu,” jelas Karina.
Jam Sibuk KRL Jabodetabek Bergeser di Ramadan 2026
Sebelumnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mencatat adanya pergeseran pola kepadatan pengguna KRL Jabodetabek pada jam sibuk selama Ramadan 2026.
Pergerakan kepadatan terjadi pada jam sibuk pagi maupun jam sibuk sore. Data menunjukkan, pengguna KRL Commuter Line cenderung melakukan perjalanan lebih awal di pagi hari, dan pulang lebih cepat menjelang sore.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan pada pagi hari selama Ramadan kepadatan mulai meningkat sejak pukul 05.00 WIB. Lalu mencapai puncaknya antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.
"Persebaran pengguna tersebut berbeda dengan periode sebelum Ramadan yang biasanya mulai meningkat pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB," jelas Karina, Selasa (24/2/2026).
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa perubahan persebaran pengguna juga terjadi pada jam sibuk sore. Lonjakan penumpang mulai terlihat sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, dan meningkat kembali mulai pukul 19.00 WIB seiring pengguna yang melakukan perjalanan usai berbuka puasa.
Dari sisi volume sebaran pengguna di stasiun keberangkatan pada pagi hari, beberapa stasiun mencatatkan peningkatan signifikan. Stasiun dengan lonjakan volume tertinggi pada pagi hari mulai pukul 04.00 WIB, antara lain Stasiun Rangkasbitung yang meningkat 28 persen atau sebanyak 1.500–1.600 orang.
"Sedangkan mulai pukul 05.00–06.00 WIB, peningkatan terjadi di Stasiun Bekasi sebanyak 50–64 persen atau sebanyak 5.000–8.000 orang," imbuh Karina.
Kepadatan Lebih Terkonsentrasi
Secara keseluruhan, meskipun total volume harian selama Ramadan relatif stabil yaitu sebanyak 1 juta lebih pengguna, kepadatan menjadi lebih terkonsentrasi pada jam-jam tertentu. Terutama pagi hari lebih awal serta menjelang dan usai waktu berbuka.
Selama Ramadan, KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.065 perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek setiap hari kerja. Perseroan juga memberlakukan aturan khusus di mana pengguna diperbolehkan berbuka puasa di dalam perjalanan dengan minuman dan makanan ringan secukupnya.
"Seluruh pengguna juga diimbau untuk selalu menghormati pengguna lainnya dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama saat berbuka puasa di dalam kereta," pungkas Karina.