Cara Menjemur Baju Agar Tidak Bau Apek di Segala Cuaca, Tips Efektif

Pakaian sering bau apek setelah dijemur? Ketahui cara menjemur baju agar tidak bau dengan teknik yang tepat, bahkan saat musim hujan, untuk menjaga kesegaran.

oleh Woro Anjar VeriantyDiterbitkan 11 Maret 2026, 15:40 WIB
Jangan jemur jeans dibawah terik matahari langsung./copyright generated by AI/Gemini

Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan seringkali menjadi tantangan tersendiri dalam urusan mencuci dan menjemur pakaian. Banyak orang menghadapi masalah pakaian yang belum sepenuhnya kering, yang kemudian menimbulkan bau apek akibat kelembapan udara. Kondisi ini tentu sangat mengganggu dan membuat kita tidak nyaman saat mengenakan pakaian. Oleh karena itu, memahami cara menjemur baju agar tidak bau menjadi sangat penting untuk menjaga kesegaran pakaian.

Bau apek pada pakaian terjadi karena pertumbuhan bakteri dan jamur di lingkungan lembap. Ketika pakaian sulit kering sempurna, kelembapan udara yang tinggi menjadi tempat favorit bakteri berkembang biak dan menghasilkan bau tidak sedap. Untuk menghindari hal ini, diperlukan strategi khusus dalam proses pengeringan. Dengan menerapkan cara menjemur baju agar tidak bau yang tepat, Anda dapat memastikan pakaian tetap harum dan bebas dari kelembapan berlebih.

Berikut ini telah Liputan6 ulas secara komprehensif berbagai tips dan trik yang bisa Anda terapkan sebagai cara menjemur baju agar tidak bau, bahkan saat cuaca tidak mendukung. Dari penanganan pakaian setelah dicuci hingga pemanfaatan alat bantu, semua akan dibahas untuk membantu Anda mendapatkan pakaian yang selalu segar.

Tips Menjemur Pakaian agar Tidak Bau Apek

Model Jemuran Dalam Rumah (created by AI)

Berikut adalah beberapa tips efektif untuk menjemur pakaian agar tidak berbau apek:

Jemur Segera Setelah Dicuci

Salah satu langkah paling krusial dalam cara menjemur baju agar tidak bau adalah segera menjemur pakaian setelah proses pencucian selesai. Jangan biarkan pakaian basah menumpuk terlalu lama di dalam mesin cuci atau keranjang, karena semakin lama dibiarkan, semakin mudah bakteri berkembang biak dan menyebabkan bau apek. Idealnya, pakaian harus dijemur maksimal 1-2 jam setelah dicuci.

Pastikan Sirkulasi Udara Baik dan Beri Jarak Antar Jemuran

Sirkulasi udara yang baik adalah kunci utama dalam proses pengeringan pakaian. Hindari menjemur pakaian terlalu rapat atau bertumpuk karena hal ini akan menghambat aliran udara dan membuat pakaian lebih lama kering. Memberikan jarak minimal 5-10 cm antar pakaian memungkinkan udara mengalir bebas ke setiap bagian kain, mempercepat pengeringan, dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Gunakan Hanger (Gantungan Baju)

Menggunakan gantungan baju atau hanger sangat membantu dalam proses pengeringan. Pakaian yang digantung akan lebih terbuka dan tidak terlipat, memungkinkan sirkulasi udara mengeringkannya lebih cepat. Bagian yang terlipat seringkali tetap lembap meskipun bagian luar sudah kering, dan inilah yang menjadi sumber bau apek. Selain itu, penggunaan hanger juga membantu menjaga bentuk pakaian agar tetap rapi.

Peras Pakaian Hingga Maksimal

Sebelum menjemur, pastikan pakaian sudah diperas hingga airnya berkurang semaksimal mungkin. Jika mencuci secara manual, peras pakaian sampai tidak ada lagi air yang menetes. Semakin sedikit air yang tersisa di pakaian, semakin cepat proses pengeringan dan semakin kecil risiko bau apek.

Pilih Lokasi Penjemuran yang Strategis

Jemur pakaian di area yang memiliki sirkulasi udara baik, seperti dekat jendela, pintu terbuka, atau di bawah sinar matahari langsung. Sinar matahari tidak hanya membantu mengeringkan pakaian lebih cepat, tetapi juga sinar UV-nya efektif membunuh bakteri dan jamur penyebab bau tidak sedap. Jika menjemur di dalam ruangan, pastikan ruangan tersebut berventilasi baik.

Manfaatkan Alat Bantu Pengeringan

Saat cuaca tidak mendukung, seperti musim hujan, Anda bisa memanfaatkan alat bantu seperti kipas angin atau dehumidifier. Arahkan kipas angin langsung ke jemuran untuk mempercepat penguapan air dan meningkatkan sirkulasi udara. Dehumidifier dapat membantu menyerap kelembapan udara di dalam ruangan, sehingga pakaian lebih cepat kering dan tidak bau.

Jemur Pakaian dalam Posisi Terbalik

Menjemur pakaian dengan posisi terbalik, yaitu bagian dalam berada di luar, memiliki beberapa manfaat. Teknik ini membantu melindungi warna pakaian dari paparan sinar matahari langsung yang dapat menyebabkan warna cepat pudar. Sinar ultraviolet (UV) dapat merusak pigmen warna pada kain, sehingga pakaian kehilangan kecerahan. Selain itu, menjemur terbalik juga membantu mempercepat pengeringan area yang sering basah seperti ketiak atau saku.

Pastikan Pakaian Kering Total

Sebelum diangkat dan disimpan, pastikan pakaian benar-benar kering secara menyeluruh. Pakaian yang masih lembap, meskipun sedikit, dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri yang menyebabkan bau apek. Hindari melipat pakaian yang masih basah karena akan membuatnya lembap dan memunculkan jamur.

Tambahkan Cuka atau Baking Soda Saat Mencuci

Untuk membantu menghilangkan dan mencegah bau apek, Anda bisa menambahkan cuka putih atau baking soda saat mencuci. Baking soda dikenal sebagai bahan alami yang efektif menyerap bau tidak sedap. Sementara itu, cuka putih dapat membantu menghilangkan bau dan mencegah bau apek, bahkan jika pakaian membutuhkan waktu lebih lama untuk kering.

Tips Menjemur di Dalam Ruangan

Jika terpaksa menjemur pakaian di dalam ruangan, pastikan ruangan tersebut memiliki ventilasi yang baik. Tanpa ventilasi yang memadai, udara lembap akan terperangkap, membuat pakaian sulit kering dan menimbulkan bau tidak sedap. Hindari menumpuk pakaian terlalu banyak di satu tempat dan gunakan rak jemur yang memungkinkan sirkulasi udara optimal.

QnA: Tips Menjemur Baju Agar Tidak Bau Apek

1. Mengapa pakaian bisa berbau apek setelah dijemur?

Pakaian biasanya berbau apek karena proses pengeringannya terlalu lama sehingga kelembapan terperangkap di dalam serat kain. Kondisi ini sering terjadi saat musim hujan, ketika sinar matahari terbatas dan sirkulasi udara kurang baik. Bakteri dan jamur yang berkembang pada kain lembap juga menjadi penyebab munculnya bau tidak sedap.

2. Apakah jarak antar jemuran benar-benar mempengaruhi bau pakaian?

Ya, jarak antar jemuran sangat berpengaruh. Jika pakaian dijemur terlalu rapat, udara sulit mengalir di antara kain sehingga proses pengeringan menjadi lebih lambat. Idealnya, beri jarak sekitar 5–10 cm agar udara dapat bersirkulasi dengan baik dan pakaian lebih cepat kering.

3. Apakah menggunakan hanger dapat membantu pakaian lebih cepat kering?

Menggunakan hanger atau gantungan dapat membantu pakaian kering lebih cepat karena kain terbuka dengan baik dan tidak terlipat. Dengan cara ini, udara dapat mengenai seluruh permukaan pakaian sehingga kelembapan lebih cepat menguap.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya