WhatsApp Uji Tampilan Chat Baru dan Layanan Premium, Ini Perubahannya

WhatsApp menghadirkan desain gelembung obrolan yang lebih membulat lewat pembaruan terbaru. Meta juga dikabarkan tengah menyiapkan versi premium.

oleh Fathia KappariniDiterbitkan 13 Maret 2026, 10:30 WIB
Ilustrasi cara kunci WhatsApp (Sumber:Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - WhatsApp kembali melakukan perubahan pada tampilan antarmuka aplikasinya. Dalam pembaruan terbaru, aplikasi pesan milik Meta ini menghadirkan desain gelembung chat lebih membulat saat pengguna berkirim pesan.

Dikutip dari 9to5google, Jumat (13/3/2026), perubahan ini pertama kali terdeteksi oleh WABetaInfo dalam update WhatsApp versi 2.2.6.10.2 untuk Android.

Melalui pembaruan tersebut, WhatsApp mulai meninggalkan desain gelembung pesan lama yang telah digunakan selama bertahun-tahun. Kini, tampilan chat dibuat lebih halus dengan sudut lebih membulat sehingga terlihat lebih modern.

Selain perubahan desain, WhatsApp juga menghapus bagian ekor pada gelembung pesan. Desain ini membuat pesan terlihat lebih rapi karena sejajar dengan sisi layar.

Di sisi lain, Meta juga disebut sedang menyiapkan layanan baru bernama WhatsApp Premium. Layanan ini diperkirakan menghadirkan sejumlah fitur tambahan bagi pengguna berlangganan.

Beberapa fitur disebut sedang diuji meliputi ikon aplikasi bisa dikustom, tema eksklusif, nada dering khusus, serta kemampuan menandai lebih banyak obrolan dibandingkan batas pada versi gratis.

Bagi pengguna WhatsApp beta, kemungkinan akan muncul banner atau stiker di bagian atas menu Pengaturan. Banner tersebut berisi opsi untuk mendaftar ke daftar tunggu layanan Premium.

Pendaftaran bersifat opsional. Pengguna yang tertarik dapat masuk ke daftar tunggu agar memperoleh akses lebih awal ketika layanan ini resmi diluncurkan.

Hingga saat ini belum diketahui kapan fitur tersebut akan dirilis. Meski begitu, pengguna tertarik nantinya akan memiliki opsi untuk mendaftar ke daftar tunggu tersebut.

Setelah bertahun-tahun mencari cara untuk memonetisasi WhastApp, langkah ini dinilai bisa menjadi peluang bagi Meta untuk mulai mendapatkan keuntungan dari miliaran pengguna aktif harian pada platform tersebut.

Namun, sebagian pihak menilai pendekatan ini terasa kurang tepat, terutama jika pengguna harus membayar hanya untuk mendapatkan perubahan tampilan sederhana, seperti gelombang obrolan yang lebih membulat saat menggunakan WhatsApp pada perangkat mobile.

WhatsApp bakal Rilis Layanan Berlangganan Premium, Apa Saja Fiturnya?

Sebelumnya, WhatsApp disebut-sebut akan segera mengikuti tren layanan digital lainnya dengan beralih ke model berlangganan. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak layanan, mulai dari penyimpanan cloud hingga aplikasi pencatatan yang sebelumnya dapat diakses secara gratis kini menawarkan fitur tambahan melalui paket langganan bulanan.

Menurut laporan WABetaInfo, dikutip Sabtu (7/3/2026), WhatsApp dikabarkan tengah mengembangkan paket langganan premium baru yang disebut “WhatsApp Plus.”

Melalui layanan berbayar ini pengguna disebut akan mendapatkan sejumlah fitur tambahan, mulai dari 14 pilihan ikon aplikasi baru hingga variasi warna aksen dan tema untuk menyesuaikan tampilan aplikasi.

Selain menghadirkan opsi penyesuaian tampilan, WhatsApp Plus juga disebut akan memungkinkan pengguna untuk menyematkan hingga 20 obrolan sekaligus.

Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan batas saat ini yang hanya memperbolehkan tiga percakapan disematkan. Meski terkesan sederhana, fitur itu dinilai dapat membantu pengguna aktif WhatsApp untuk mengelola percakapan penting agar tetap mudah diakses dari kotak masuk.

Pelanggan WhatsApp Plus berpotensi mendapatkan akses ke berbagai fitur tambahan, seperti stiker eksklusif, pilihan nada dering khusus, hingga reaksi pesan yang lebih interaktif. Ke depan, WhatsApp disebut masih dapat memperluas deretan fitur premium guna memberikan nilai lebih bagi pengguna yang memilih paket langganan tersebut.

Langganan Berbayar WhatsApp Berpotensi Mendapat Banyak Peminat

Di sisi lain, Meta selama ini mengandalkan iklan sebagai salah satu cara untuk memperoleh pendapatan dari basis pengguna WhatsApp yang sangat besar.

Namun, kehadiran paket langganan berbayar berpotensi menarik cukup banyak pengguna, terutama jika perusahaan mampu menghadirkan fitur-fitur yang benar-benar bermanfaat bagi penggunanya.

Berbeda dengan Facebook dan Instagram, Meta sejauh ini belum sepenuhnya berhasil mengoptimalkan pendapatan dari WhatsApp. Hal ini disebabkan karena aplikasi tersebut berfokus pada pesan pribadi, sehingga membatasi perusahaan untuk menampilkan iklan.

Infografis Cek Fakta: Kumpulan Hoaks Seputar Covid 19 terbaru yang beredar di WhatsApp (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya