Bos Danantara Cek Lokasi Pembangunan Rusun Subsidi di Lahan Meikarta

CEO Danantara Rosan Roeslani menuturkan, sesuai arahan presiden, penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi MBR merupakan prioritas.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 09 Maret 2026, 10:14 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Rosan Perkasa Roeslani ikut mengecek lokasi di lahan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Lahan tersebut untuk hunian bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). (Foto: Danantara)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah segera membangun ratusan ribu hunian bagi masyarakat berpendapatan rendah (MBR). Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani turut mengecek lokasi di lahan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Lahan seluas 30 hektare eks Meikarta itu dihibahkan Lippo Group untuk jadi lokasi pembangunan rumah susun atau rusun subsidi. Rencananya ada total 141.000 unit hunian di kawasan tersebut.

"Sesuai arahan Presiden, penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional," kata Rosan usai meninjau lokasi, mengutip keterangan resmi, Senin (9/3/2026).

Peninjauan lokaso jadi langkah awal menuju realisasi pembangunan hunian kedepannya. Ini juga sejalan dengan mandat Presiden Prabowo Subianto soal program 3 juta rumah. Rosan menjelaskan, kerja sama multi pihak baik dari pemerintah, BUMN, hingga perusahaan swasta diperlukan kedepannya. 

Danantara akan melanjutkan proses pematangan konsep pembangunan, termasuk penyusunan skema pengembangan kawasan hunian, mekanisme penentuan harga, serta perumusan konsep dan kriteria pembelian oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

"Kami ingin memastikan bahwa pengembangan kawasan hunian ini dapat dirancang secara matang, baik dari sisi konsep pembangunan, mekanisme harga, maupun skema kepemilikan oleh masyarakat, sehingga benar-benar dapat memberikan akses hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tutur Rosan.

Pada kesempatan itu turut dihadiri Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Pendiri Lippor Group Mochtar Riady, dan Bos Lippo Group James Riady.

Target Rusun Subsidi

Chief Executive Officer (CEO) Rosan Perkasa Roeslani ikut mengecek lokasi di lahan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Lahan tersebut untuk hunian bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). (Foto: Danantara)

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memulai pembangunan proyek rumah susun (rusun) bersubsidi di kawasan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat.

Proyek ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking yang menjadi langkah awal pembangunan hunian vertikal berskala besar bagi masyarakat.

Menteri Maruarar atau yang akrab disapa Ara menjelaskan bahwa rusun tersebut akan dibangun di atas lahan sekitar 30 hektare. Dari lahan tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan hingga sekitar 140 ribu unit hunian.

"Dengan luasan hanya sekitar 30 hektare, itu bisa ratusan ribu [unit] yang akan terbangun. Coba bayangkan kalau itu entar rumah tapak, itu butuh mungkin 1.000 hektare lebih. Kita tahu tanah makin mahal dan makin sulit," kata Maruarar dalam acara Ground Breaking Rusun Subsidi Meikarta, di Kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (8/3/2026).

Ada 18 Menara dengan 32 Lantai

Chief Executive Officer (CEO) Rosan Perkasa Roeslani ikut mengecek lokasi di lahan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Lahan tersebut untuk hunian bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). (Foto: Danantara)

Dalam proyek tersebut, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 18 menara rusun. Setiap menara dirancang memiliki 32 lantai, sehingga mampu menampung puluhan ribu unit hunian dalam satu kawasan.

Selain hunian, kawasan rusun juga akan didukung berbagai fasilitas penunjang yang berada tidak jauh dari lokasi. Salah satunya adalah fasilitas pendidikan yang saat ini sedang direnovasi oleh pemerintah pusat dan dapat dijangkau sekitar 10 menit dari area rusun.

Tinjau Rumah Sakit

Menteri Ara juga meninjau rumah sakit yang lokasinya berjarak sekitar 10–11 menit dari kawasan tersebut. Ia bahkan sempat berbincang dengan sejumlah pasien, termasuk pekerja atau buruh, untuk memastikan akses layanan kesehatan dapat dimanfaatkan dengan baik.

"Yang kedua, saya juga sudah mendatangi rumah sakit, yang kurang lebih juga 10-11 menit. Di situ saya bertemu dengan pasiennya dan saya cari pasiennya itu yang buruh," ujarnya.

Dari hasil pengecekan itu, Ara memastikan bahwa rumah sakit tersebut menerima layanan melalui BPJS Ketenagakerjaan.  

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya