Liputan6.com, Jakarta - Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Teheran dan sejumlah kota lainnya di Iran pada Sabtu 28 Februari 2026. Serangan itu mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, beserta beberapa anggota keluarganya, jajaran komandan militer tertinggi Iran, serta warga sipil.
Dikutip dari kanal Global Liputan6.com, Iran kemudian merespons dengan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan aset-aset Israel dan AS.
Advertisement
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mulai melakukan evakuasi WNI yang berada di Iran menyusul memburuknya situasi keamanan di negara tersebut. Proses evakuasi dijadwalkan mulai berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026.
Di tengah konflik AS-Israel dan Iran tersebut, beredar sejumlah hoaks di media sosial. Salah satunya, prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. Faktanya, pemakaman Ali Khamenei belum digelar pada 2 Maret 2026, seperti yang tertera pada klaim video.
Berikut sejumlah hoaks seputar perang Iran Vs AS-Israel yang telah diverifikasi kebenarannya:
1. Cek Fakta: Tidak Benar Video Ini Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. Pemimpin tertinggi Iran itu tewas dalam serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat (AS) pada usia 86 tahun.
Informasi video upacara pemakaman Ali Khamenei diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Maret 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Hari ini,,,dunia tercengang saat Iran berkabung atas salah satu tokoh yang paling jelas seorang pemimpin, simbol, dan bagi banyak orang, alasan untuk berdiri tegak melawan tekanan global - Ali Khamenei tidak ada lagi. Dalam gema bisu sejarah, ketika negara-negara bangkit melawan Iran dan badai politik berkecamuk, dia adalah wajah perlawanan terhadap dunia. Sekarang, saat dunia bereaksi dalam keterkejutan dan kesedihan, jutaan orang berhenti sejenak untuk merefleksikan apa yang terjadi, apa yang hilang, dan apa yang akan terjadi besok, sebuah bangsa dalam kesedihan, warisan yang sedang diperebutkan, dan hati yang penuh emosi😭.
#AliKhamenei #RIP #Iran#MiddleEast"
Dalam video yang beredar, tampak ribuan orang mengerumuni peti jenazah yang dibawa dengan sebuah truk berlapis kaca atau transparan. Peti Jenazah tersebut ditutup dengan kain warna kuning dengan logo tertentu.
Ribuan orang yang berkerumun tersebut terlihat membawa bendera warna kuning dan mengikuti laju truk yang membawa peti jenazah.
Lalu benarkah klaim video upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
2. Cek Fakta: Hoaks Dubes Iran Minta Prabowo Urus Rakyatnya yang Miskin Ketimbang Mediasi Iran - AS
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Dubes Iran meminta Presiden Prabowo mengurus rakyatnya yang miskin ketimbang mediasi Iran dan AS. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 4 Maret 2026.
Dalam postingannya terdapat foto Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dan Presiden Prabowo dengan narasi sebagai berikut:
"Iran tolak ajakan mediasi Indonesia dengan AS: Lebih baik urus rakyat anda masih banyak yang m1sk1n! Kami tidak membuka ruang mediasi dengan AS!"
Akun itu menambahkan narasi:
"apa ora isi wo mau kesana kemari ngabisin duit rakyat,mau mendamaikan, dikira perang sarung kali"
Lalu benarkah postingan Dubes Iran meminta Presiden Prabowo mengurus rakyatnya yang miskin ketimbang mediasi Iran dan AS? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.