Deretan Fitur GPT-5.4, Model AI Anyar yang Baru Dirilis OpenAI

OpenAI resmi merilis GPT-5.4 dengan peningkatan performa, efisiensi token, dan akurasi. Model AI ini dirancang untuk mendukung berbagai pekerjaan profesional.

oleh Fathia KappariniDiterbitkan 08 Maret 2026, 15:23 WIB
OpenAI has officially released GPT-5.4, its latest large language model, claimed to be the most capable for professional work, now available on ChatGPT and API.

Liputan6.com, Jakarta - OpenAI resmi merilis GPT-5.4, model AI baru yang disebut-sebut sebagai “model perbatasan paling mumpuni dan efisien untuk pekerjaan professional.”

Peluncuran GPT-5.4 ini dilakukan kurang dari satu minggu setelah perusahaan memperkenalkan GPT-5.3 Instant. Selain versi standar, GPT-5.4 juga hadir dalam dua varian model penalaran, yaitu GPT-5.4 Thinking, serta versi yang dioptimalkan untuk kinerja tinggi, yaitu GPT-5.4 Pro.

Versi API dari model AI ini akan tersedia dengan jendala konteks hingga 1 juta token, yang menjadikannya kapasitas terbesar yang pernah disediakan oleh OpenAI hingga saat ini.

OpenAI juga menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan token. Perusahaan menyebut bahwa model ini mampu menyelesaikan tugas yang sama dengan jumlah token jauh lebih sedikit dibandingkan dengan model sebelumnya.

Dari sisi performa, GPT-5.4 mencatat peningkatan signifikan pada berbagai uji benchmark. Bahkan meraih skor tertinggi pada tolok ukur penggunaan komputer OSWorld-Verified dan WebArena Verified.

Selain itu, GPT-5.4 juga mencatat skor 83 persen pada tes GDPval milik OpenAI yang digunakan untuk mengukur kemampuan menyelesaikan tugas berbasis pengetahuan.

Menurut CEO Mercor, Brendan Foody,  GPT-5.4 juga memimpin tolok ukur APEX-Agents Mercor yang dirancang untuk menguji keterampilan profesional di bidang hukum dan keuangan.

"GPT-5.4 unggul dalam menciptakan hasil kerja jangka panjang seperti presentasi slide, model keuangan, dan analisis hukum. Mencapai kinerja terbaik sambil berjalan lebih cepat dan dengan biaya lebih rendah dibandingkan model terdepan pesaing,” ujar Foody dalam pertanyaannya sebagaimana dikutip dari Techcrunch, Minggu (8/3/2026).

OpenAI Tambahkan Pencarian Alat di API GPT-5.4

Pada model terbarunya ini, OpenAI juga berupaya menekan tingkat halusinasi serta kesalahan fakta. Perusahaan menyebut GPT-5.4 memiliki kemungkinan 33 persen lebih rendah dalam menghasilkan klaim individu yang keliru dibandingkan GPT-5.2.  Selain itu, respons model juga tercatat 18 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami kesalahan.

Sebagai bagian dari peluncurannya, OpenAI juga memperbarui versi API GPT-5.4 dalam mengelola pemanggilan alat dengan menghadirkan sistem baru bernama Pencarian Alat.

Sebelumnya, perintah sistem harus menyertakan definisi seluruh alat yang tersedia setiap kali model dipanggil. Proses ini dapat menghabiskan banyak token, terutama ketika jumlah alat yang digunakan semakin banyak.

Namun dengan hadirnya sistem baru tersebut, model akan mencari definisi alat saat diperlukan. Cara tersebut membuat proses permintaan menjadi lebih cepat sekaligus lebih efisien dari sisi biaya, terutama pada sistem yang menggunakan banyak alat.

OpenAI Uji Keamanan Rantai Pemikiran pada GPT-5.4

OpenAI juga melakukan evaluasi keamanan baru untuk menguji rantai pemikiran (chain-of-thought) model AI, yakni komentar langkah demi langkah yang dihasilkan model untuk menunjukkan proses penalarannya saat menyelesaikan tugas multi-langkah.

Para peneliti keamanan AI telah lama mengkhawatirkan bahwa model penalaran dapat keliru dalam menggambarkan rantai pemikirannya. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa hal tersebut dapat terjadi dalam kondisi tertentu.

Infografis 10 Tips Amankan Data Pribadi dari Serangan Siber. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya