MBG Banyak Tak Dihabiskan Siswa Jakarta, DPR Minta BGN Evaluasi SPPG

Hasil penelitian Departemen Antropologi FISIP UI menunjukkan bahwa mayoritas siswa sekolah dasar di Jakarta tidak menghabiskan makanan dalam program MBG.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 05 Maret 2026, 21:03 WIB
Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan gizi masyarakat meski pola konsumsi mengalami penyesuaian selama bulan puasa. Tampak dalam foto, makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadan di SDI Al Hidayah, Cinere, Depok, Selasa (24/2/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil penelitian Departemen Antropologi FISIP UI menunjukkan bahwa mayoritas siswa sekolah dasar di Jakarta tidak menghabiskan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago menilai, SPPG harus evaluasi variasi menu makanan agar sesuai selera siswa SD.

“Anak SD kan memang makan sesuai selera, sedangkan MBG makanan bergizi, jadi tentu ada yang selera ada yang tidak. Oleh karena itu SPPG harus faham dalam menu harus sesuai dengan selera anak-anak tetapi tetap dengan kecukupan gizi,” kata Irma saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).

Irma juga meminta BGN untuk mengevaluasi SPPG agar memperhatikan hasil penelitian UI tersebut.

“Salah satu ketidak fahaman SPPG dalam mengolah dan mendistribusikan menu dan itu harus menjadi evaluasi BGN,” tegasnya.

Sementara itu,Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini menegaskan pemerintah harus tepat sasaran sekolah dalam pembagian MBG. 

“Perlu kejelasan sasaran. Pemerintah perlu memperjelas kriteria dan prioritas sekolah penerima manfaat MBG,” kata Yahya saat dikonfirmasi,  Kamis (5/3/2026).

Yahya juga meminta BGN melakukan evaluasi terkait variasi menu yang disiapkan SPPG. Dengan demikian siswa tidak bosan dan mau menghabiskan MBG.

“Siswa tidak habiskan makanan karena menu tidak bervariasi sehingga menimbulkan kebosanan pada anak. Saya meminta BGN untuk mengedukasi SPPG agar memperhatikan 3 hal. Pertama, kandungan gizi menu jangan sampai kurang dari standar. Kedua, keamanan makanan harus terjamin. Ketiga, menu harus bervariasi supaya siswa tidak bosan sehingga makanan di makan habis oleh siswa,” bebernya.

Hasil Penelitian FISIP UI

Menu Ramadhan MBG (Makan Bergizi Gratis). (Foto: istimewa)

Sebelumnya, Hasil penelitian Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menunjukkan, mayoritas siswa sekolah dasar di Jakarta tidak menghabiskan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini menimbulkan potensi pemborosan makanan (food waste) dalam program tersebut.

Penelitian yang dilakukan di lima Sekolah Dasar (SD) di wilayah Jakarta Timur, Barat, Utara, Selatan dan Pusat ini dipimpin oleh Dosen Antropologi FISIP UI Dian Sulistiawati.

Penelitian berlangsung pada Juni hingga September 2025 dengan metode wawancara dan observasi langsung terhadap siswa, guru, pengelola sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta Badan Gizi Nasional (BGN).

“Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran nyata yang rinci dan mendalam tentang pelaksanaan MBG di beberapa sekolah di DKI Jakarta,” ujar Dian. Dikutip dari website Fisip UI, Rabu (4/3/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya