Arus Keluar Kripto Iran Tembus USD 10,3 Juta Imbas Perang Lawan AS

Arus keluar kripto dari sejumlah bursa besar di Iran melonjak tajam, ini gara-garanya.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 05 Maret 2026, 16:00 WIB
Aset digital kripto Cardano (ADA). (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Guncangan geopolitik sering memicu perubahan cepat dalam arus aset digital. Arus keluar kripto dari sejumlah bursa besar di Iran melonjak tajam usai perang melawan AS dan Israel berlangsung.

Menurut laporan perusahaan analitik blockchain Chainalysis pada 3 Maret. Pergerakan ini mencerminkan pola yang sebelumnya terlihat saat krisis terjadi.

“Data on-chain menunjukkan peningkatan tajam aktivitas dari bursa-bursa utama di Iran dalam beberapa jam setelah serangan udara AS-Israel pada 28 Februari 2026, dengan sekitar USD 10,3 juta arus keluar aset kripto antara 28 Februari hingga 2 Maret," kata Tim Chainalysis dikutip dari laman News.bitcoin.com, Kamis(5/3/2026).

Analisis tersebut menunjukkan bahwa penarikan per jam meningkat hanya beberapa jam setelah serangan. Dalam beberapa periode, nilainya mendekati atau bahkan melampaui USD 2 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan aktivitas yang relatif kecil dan tidak merata sebelum eskalasi terjadi.

Laporan itu juga mencatat bahwa “sebagian besar dana dikirim ke dompet yang kemungkinan merupakan dompet pribadi warga Iran, infrastruktur baru untuk bursa Iran atau penarikan oleh warga negara.

Chainalysis juga menyoroti preseden historis dalam ekosistem kripto Iran yang bernilai sekitar USD 7,8 miliar pada 2025. Saat itu, volume perdagangan dan transfer blockchain meningkat selama periode ketidakstabilan domestik, tekanan sanksi, serta ketidakstabilan mata uang.

Mengingat gelombang protes sebelumnya dan pemadaman internet pada 8 Januari, tim tersebut menjelaskan banyak pengguna tampaknya mengantisipasi ketidakstabilan lebih lanjut dan beralih ke bitcoin selagi masih bisa, dengan arus dana kembali berlangsung segera setelah mereka dapat mengakses bursa lagi.

Pola tersebut, di mana penarikan meningkat sebelum konektivitas diputus dan kembali meningkat setelah akses internet pulih, menunjukkan bahwa pengguna bertindak secara antisipatif ketika risiko meningkat.

 

 

Lonjakan Arus Keluar Kripto di Iran

Ilustrasi Kripto, Crypto atau Cryptocurrency. Foto: Freepik/Frimufilms

Meski terjadi lonjakan arus keluar, perusahaan tersebut menekankan bahwa interpretasi langsung tetap memiliki keterbatasan. Mereka menyimpulkan sebagian dari arus dana ini hampir pasti merupakan warga Iran biasa yang memindahkan dana sebagai respons terhadap meningkatnya risiko.

Namun sebagian lainnya mungkin merupakan bursa yang mengatur ulang likuiditas atau berusaha mengurangi visibilitas operasional mereka di jaringan blockchain, atau aktor yang berafiliasi dengan negara yang memanfaatkan platform arus utama untuk mentransfer dana.

Laporan itu menegaskan bahwa untuk membedakan antara penarikan ritel, pengelolaan dompet oleh bursa, maupun potensi aktivitas yang terkait dengan negara, diperlukan pemantauan dan analisis blockchain tambahan seiring waktu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya