Liputan6.com, Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF sukses menyalurkan dana sebesar Rp 20,88 triliun kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan di sepanjang 2025. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 17,01 triliun.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyampaikan, pihaknya turut memegang 25 persen porsi untuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), dengan kombinasi penyertaan modal negara (PMN) dan penerbitan surat utang.
Advertisement
Melalui program tersebut, ia mengatakan, SMF telah menyalurkan Rp34,37 triliun yang setara dengan 904.568 unit rumah hingga Desember 2025.
"Penyaluran tersebut merupakan hasil optimalisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan skema leveraging sebesar 1,9 kali melalui penerbitan surat utang senilai Rp 17,94 triliun," jelas Ananta di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Selain FLPP, SMF juga membidik untuk kembali berpartisipasi dalam program Griya Nusantara dan Griya Tunas (pembiayaan mikro) pada 2026.
Adapun di sepanjang 2025, SMF bersama lembaga keuangan telah menyalurkan pembiayaan Griya Tunas yang merupakan kredit mikro perumahan sebanyak 52.142 rumah. Realisasi ini melampaui target pemerintah sebesar 50.000 rumah yang memperoleh akses pembiayaan renovasi hunian.
Kantongi Laba Rp 565 Miliar
Secara kinerja keuangan, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 66,814 triliun hingga Desember 2025. Tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih juga meningkat menjadi Rp 565 miliar atau meningkat 5 persen dibandingkan Desember 2024.
Ke depan, SMF bakal lanjut melakukan sejumlah inisiatif. Mencakup sosialisasi surat utang SMF sebagai underlying instrumen Repo Bank Indonesia guna memperkuat likuiditas pasar, optimalisasi peran SMF Research Institute (SRI) dalam mendukung kebijakan sektor perumahan, serta penyediaan dana jangka panjang melalui inovasi produk keuangan yang berkelanjutan.
"Pada tahun 2026, kami akan terus mengakselerasi peran strategis SMF dalam membangun sektor pembiayaan perumahan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan," pungkas Ananta.