8 Ide Usaha Ternak yang Tidak Butuh Listrik Besar, Modal Lebih Terjangkau

Enggan meningkatkan watt, tetapi ingin mulai ternak? Ini dia ide usaha ternak yang tidak butuh listrik besar, modal juga jadi lebih terjangkau

oleh Hillary SekarDiterbitkan 08 Maret 2026, 09:00 WIB
ide usaha ternak yang tidak butuh listrik besar (Foto: AI)

Liputan6.com, Jakarta - Memulai ide usaha ternak yang tidak butuh listrik besar bisa menjadi pilihan cerdas untuk Anda yang ingin berbisnis dengan biaya operasional rendah. Selain lebih hemat, jenis usaha ini juga cocok dijalankan di rumah atau lahan terbatas tanpa perlu instalasi listrik tambahan.

Menariknya, beberapa usaha ternak justru tidak membutuhkan teknologi rumit untuk menghasilkan keuntungan. Dengan perawatan yang tepat dan pemilihan jenis ternak yang sesuai, Anda tetap bisa mendapatkan hasil panen stabil sekaligus menekan biaya bulanan.

Berikut beberapa jenis hewan ternak yang patut Anda pertimbangkan menurut Liputan6.com, Rabu (04/03/2026).

1. Cacing Tanah

Ternak Cacing Tanah di Ember (Image by Gemini AI)

Budidaya cacing tanah termasuk salah satu usaha yang hampir tidak membutuhkan listrik sama sekali. Anda cukup menyiapkan media seperti tanah, kompos, dan wadah sederhana seperti kotak kayu atau ember besar. Modal awal berkisar Rp200.000 hingga Rp500.000 tergantung skala.

Perawatannya relatif mudah, cukup menjaga kelembapan media dan memberi pakan dari limbah organik seperti sayur busuk atau sisa dapur.

Dalam waktu 2 hingga 3 bulan, cacing sudah bisa dipanen. Harga jual cacing tanah berkisar Rp40.000 hingga Rp80.000 per kilogram, tergantung kualitas dan permintaan pasar.

2. Lele

ide usaha ternak yang tidak butuh listrik besar (Foto: AI)

Budidaya lele sering dikira butuh listrik besar, padahal bisa disiasati. Jika menggunakan kolam terpal 2x3 meter dengan kepadatan rendah, Anda tidak perlu aerator. Namun jika ingin meningkatkan hasil, Anda bisa menambahkan aerator kecil sekitar 15–25 watt.

Aerator ini biasanya hanya dinyalakan 6–12 jam per hari. Perawatan meliputi pemberian pakan dan penggantian air sebagian. Panen dalam 2,5 hingga 3 bulan, dengan harga jual Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

3. Ayam Kampung

ide usaha ternak yang tidak butuh listrik besar (Foto: AI)

Jenis ternak ini tidak membutuhkan listrik besar seperti ayam broiler. Pada fase awal, Anda bisa menggunakan lampu penghangat sekitar 10–15 watt selama 1–2 minggu pertama saja.

Setelah itu, ayam cukup dengan pencahayaan alami. Kandang sederhana sudah cukup untuk pemeliharaan. Panen dalam 3 hingga 5 bulan dengan harga Rp50.000 hingga Rp80.000 per ekor, menjadikannya salah satu usaha yang hemat listrik.

4. Ikan Nila

Tips Ternak Ikan Nila di Kolam Terpal Kecil. (Foto: AI)

Budidaya ikan nila bisa dilakukan tanpa aerator jika menggunakan kolam tanah atau sistem air mengalir. Namun untuk kolam terpal, Anda bisa menambahkan aerator kecil sekitar 20 watt untuk menjaga oksigen.

Penggunaan listrik ini tidak harus 24 jam, cukup 8–10 jam sehari. Dengan panen 4 hingga 6 bulan dan harga jual Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram, usaha ini tetap efisien dari sisi listrik.

5. Ternak Jangkrik

ternak jangkrik (created by AI)

Salah satu ide usaha ternak yang tidak butuh listrik besar berikutnya adalah jangkrik. Anda cukup menggunakan kotak kayu atau kardus sebagai tempat budidaya. Modal awal cukup rendah, sekitar Rp300.000 hingga Rp700.000.

Perawatan meliputi pemberian pakan sayur dan voer, serta menjaga suhu tetap hangat secara alami. Dalam 30 hingga 45 hari, jangkrik sudah siap panen. Harga jualnya bisa mencapai Rp80.000 hingga Rp120.000 per kilogram, terutama untuk pakan burung.

6. Burung Puyuh

ide usaha ternak yang tidak butuh listrik besar (Foto: AI)

Budidaya puyuh tidak membutuhkan listrik besar jika dilakukan secara sederhana tanpa mesin otomatis. Kandang baterai bisa dibuat manual. Modal awal berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta untuk 50 hingga 100 ekor.

Puyuh mulai bertelur pada usia 5 hingga 6 minggu. Produksi telur bisa mencapai 70 hingga 80 persen dari total populasi setiap hari. Harga telur puyuh berkisar Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram, menjadikannya sumber penghasilan harian.

7. Ternak Kroto

ide usaha ternak yang tidak butuh listrik besar (Foto: AI)

Kroto atau telur semut rangrang memiliki nilai jual tinggi, terutama untuk pakan burung. Budidayanya tidak membutuhkan listrik, cukup menggunakan toples atau paralon sebagai media. Modal awal berkisar Rp300.000 hingga Rp800.000.

Perawatan cukup menjaga kebersihan dan memberi pakan seperti gula atau serangga kecil. Panen bisa dilakukan setiap 2 hingga 3 minggu. Harga kroto cukup tinggi, yaitu sekitar Rp150.000 hingga Rp250.000 per kilogram.

8. Ternak Kelinci

Ilustrasi Ternak Kelinci/Gemini AI

Selain sebagai hewan peliharaan, kelinci juga memiliki nilai jual untuk konsumsi dan breeding. Kandang sederhana tanpa listrik sudah cukup. Modal awal sekitar Rp500.000 hingga Rp1,5 juta tergantung jumlah indukan.

Pakan utama berupa rumput, sayuran, dan pelet. Kelinci bisa berkembang biak dengan cepat, dengan masa panen sekitar 3 hingga 4 bulan. Harga jual berkisar Rp50.000 hingga Rp150.000 per ekor, tergantung jenis dan ukuran.

People Also Asked (PAA)

Apa saja ide usaha ternak yang tidak butuh listrik besar untuk pemula?

Beberapa yang cocok untuk pemula antara lain cacing tanah, jangkrik, dan ayam kampung. Ketiganya mudah dirawat dan tidak membutuhkan alat listrik tambahan.

Berapa modal minimal untuk memulai usaha ternak tanpa listrik besar?

Modal bisa dimulai dari Rp200.000 hingga Rp500.000 untuk skala kecil seperti cacing atau jangkrik. Semakin besar skala, tentu kebutuhan modal akan meningkat.

Apakah usaha ternak tanpa listrik tetap menguntungkan?

Ya, karena biaya operasional lebih rendah. Keuntungan bisa lebih optimal jika manajemen pakan dan perawatan dilakukan dengan baik.

Bagaimana cara memilih ternak yang tepat untuk pemula?

Pilih ternak yang mudah dirawat, cepat panen, dan memiliki pasar jelas. Sesuaikan juga dengan lahan dan waktu yang Anda miliki.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya