Liputan6.com, Jakarta - PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) segera meluncurkan obligasi yang dapat diakses oleh publik untuk pembangunan nasional. Langkah ini adalah strategi diversifikasi sumber pendanaan yang selama ini pendanaan masih didominasi investor institusi dan korporasi.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah mengatakan, dana yang terhimpun tidak hanya untuk proyek semata melainkan akan mengalir ranah ekonomi, sosial, dan lingkungan yang terukur.
Advertisement
“Rencana peluncuran instrumen investasi ini merupakan langkah untuk memperluas partisipasi publik dan menghubungkan masyarakat secara langsung dengan agenda pembangunan nasional yang berorientasi jangka panjang," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor PT SMI, dikutip Rabu (4/3/2026).
Ia mengungkapkan, sejak 2014 yakni penerbitan obligasi pertama oleh PT SMI, pihaknya aktif menerbitkan surat utang di pasar domestik melalui berbagai instrumen. Instrumen itu meliputi Green Bond, Sustainability Bond, Sukuk Mudharabah, serta zero-coupon bond yang diterbitkan pada 2025. Total dana yang dihimpun dari penerbitan dalam negeri mencapai lebih dari Rp 50 triliun hingga 2025.
Namun mayoritas investornya berasal dari kalangan institusi seperti perbankan, dana pensiun, dan perusahaan asuransi.
“Kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi. Dana dari obligasi ini akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.
Diversifikasi Pendanaan
Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Aradita Priyanti mengatakan, produk ini sebagai bentuk diversifikasi pendanaan yang menjadi fokus strategis ke depan.
Apalagi, PT SMI sudah mengantongi peringkat nasional AAA dari Pefindo. Baginya, ini memperkuat posisi perseroan dalam memperluas ekosistem pembiayaan berkelanjutan.
“Ke depan, PT SMI akan terus memperkuat perannya sebagai DFI yang berpegang pada prinsip tata kelola, integritas, dan orientasi jangka panjang,” jelasnya dalam kesempatan serupa.