Harga Emas Hari Ini Turun Tipis, Harga Perak Merosot Tajam

Simak ulasan harga emas hari ini, harga perak dan harga logam lainnya per 4 Maret 2026.

oleh Septian DenyDiterbitkan 04 Maret 2026, 07:00 WIB
Penampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas turun tipis pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan prospek penurunan suku bunga yang semakin suram seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi di tengah ketakutan akan potensi konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Dikutip dari CNBC, Rabau (4/3/2026), harga emas di pasar spot turun 3,6% menjadi USD 5.137,00 per ons. Harga emas mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat minggu pada sesi perdagangan sebelumnya.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup turun 3,5% ke level USD 5.123,70.

“Penurunan harga emas tampaknya didorong oleh pelarian menuju likuiditas, pelarian menuju uang tunai. Kita memiliki dolar yang kuat dan imbal hasil obligasi yang diperdagangkan lebih tinggi,” kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn.

Dolar AS, aset safe-haven yang menjadi pesaing, mencatatkan kenaikan tajam, membuat emas batangan yang dihargai dolar menjadi kurang terjangkau bagi pemegang mata uang lain, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS naik untuk sesi kedua berturut-turut.

“Namun, penurunan harga ini kemungkinan hanya berlangsung singkat, dan arus perpindahan aset ke aset aman yang didorong oleh risiko geopolitik seharusnya mendukung harga emas dan perak yang lebih tinggi,” tambah Haberkorn.

Di bidang geopolitik, konflik Iran memasuki hari keempatnya ketika ledakan mengguncang Teheran dan Beirut, sementara seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran mengatakan pada hari Senin bahwa Selat Hormuz telah ditutup. Patokan harga minyak mentah melonjak lebih dari 8% pada hari Selasa sebagai respons terhadap hal tersebut.

 

Harga Perak dan Logam Lainnya

(Ilustrasi perak-silver by AI)

Analis Pasar City Index Fawad Razaqzada mengatakan, kerusakan pada infrastruktur energi dan terhambatnya lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz telah meningkatkan risiko penguatan berkelanjutan pada harga minyak, gas, dan produk olahan, memicu kekhawatiran inflasi dan menunda ekspektasi penurunan suku bunga, sehingga emas hanya mendapat sedikit dukungan.

Meskipun dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak, emas biasanya lebih disukai dalam lingkungan suku bunga rendah, karena tidak memberikan bunga.

Harga emas telah naik 19% sepanjang tahun ini, didukung oleh gejolak global, setelah lonjakan 64% pada tahun 2025. Sementara itu, harga perak naik lebih dari 16% tahun ini.

Harga perak di pasar turun 6,6% menjadi USD 83,50 per ons setelah naik ke level tertinggi dalam lebih dari empat minggu pada hari Senin. Sedangkan, harga platinum turun 8,4% menjadi USD 2.108,51 dan harga paladium turun 5,6% menjadi USD 1.667,41. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya