Transformasi Aurelien Tchouameni di Real Madrid: Sudah Bisa jadi Pengganti Casemiro?

Aurelien Tchouameni menjelma figur vital Real Madrid musim 2025/2026. Dari sasaran kritik, kini ia jadi penopang utama di laga-laga krusial

oleh Asad ArifinDiterbitkan 01 Maret 2026, 16:46 WIB
Pemain Real Madrid, Aurelien Tchouameni, merayakan gol pembuka timnya dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Ada pemain yang mencuri perhatian lewat dribel dan gol. Ada pula yang membangun kemenangan dengan ketenangan. Aurelien Tchouameni berada di kategori kedua.

Musim lalu, namanya kerap disertai tanda tanya. Musim ini, ia menjawabnya dengan konsistensi dan ketegasan.

Di tengah tekanan dan ekspektasi tinggi, Tchouameni tumbuh menjadi sosok yang dibutuhkan Real Madrid. Bukan paling mencolok, tetapi paling menentukan.

Dua laga play-off Liga Champions kontra Benfica menjadi panggung pembuktian. Di momen sulit, ia hadir sebagai pembeda.


Ujian Panjang Pengganti Casemiro

Casemiro. Gelandang berusia 30 tahun yang didatangkan Real Marid dari Sao Paulo pada awal musim 2013/2014 dengan nilai transfer 6 juta euro ini telah merebut 5 gelar Liga Champions termasuk yang terbaru pada musim 2021/2022. Empat gelar sebelumnya diraih pada musim 2013/2014, dan 2015/2016 hingga 2017/2018. Sempat dipinjamkan selama semusim ke FC Porto pada musim 2014/2015, ia tetap menjadi pilihan utama hingga kini. (AFP/Javier Soriano)

Ketika Casemiro hengkang ke Manchester United, beban langsung jatuh ke pundak Tchouameni. Perbandingan tak terelakkan.

Menggantikan pemain sekelas Casemiro bukan tugas mudah. Terlebih di klub sebesar Real Madrid.

Selama tiga musim, performanya naik turun. Penilaian publik pun terbelah antara pujian dan keraguan.

Puncak tekanan datang pada Januari tahun lalu. Kekalahan dari Barcelona di Piala Super Spanyol memicu frustrasi di Bernabeu.


Reaksi yang Mengubah Narasi

Pemain Manchester City, Matheus Nunes (kiri), berebut bola dengan pemain Real Madrid Aurelien Tchouameni dalam laga Liga Champions di Madrid, Spanyol, Kamis, (11/12/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Saat namanya diumumkan pada laga berikutnya, sebagian suporter bersiul. Bahkan saat pemanasan, cemoohan masih terdengar.

Itu momen menyakitkan. Namun Tchouameni memilih bereaksi, bukan runtuh. Sejak titik itu, ia tampil lebih matang. Perannya semakin jelas dan stabil.

Perlahan, opini berubah. Dari pemain yang diragukan menjadi figur yang diandalkan.

Tiga tahun setelah investasi €80 juta, keputusan Madrid terasa tepat. Ia berupaya keras untuk bisa menghapus bayang-bayang Casemiro. Lebih dari itu, ia membangun identitasnya sendiri.


Konsistensi, Fleksibilitas, dan Bukti Nyata

Pemain Real Madrid, Aurelien Tchouameni, melompat untuk menyundul bola saat mendapat tekanan dari pemain Benfica, Bruma, dalam pertandingan playoff Liga Champions antara SL Benfica melawan Real Madrid, Rabu (18/2/2026). (AP Photo/Pedro Rocha)

Musim 2025/2026 menjadi tonggak penting. Secara statistik, Tchouameni adalah satu-satunya pemain Madrid yang selalu starter di 10 laga Liga Champions.

Total absennya hanya empat kali sepanjang musim. Satu karena skorsing, dua cedera, dan satu istirahat. Saat fit, ia selalu dimainkan.

Fleksibilitasnya menambah nilai. Di masa krisis, ia mengisi pos bek tengah dan membantu menstabilkan pertahanan.

Dua laga kontra Benfica menegaskan perannya. Ia terpilih sebagai pemain terbaik di kedua pertandingan, pengakuan atas kerja sunyi yang vital.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya