Arsenal vs Chelsea: Statistik Perkasa The Gunners Bayangi Ambisi The Blues di Derby London

Arsenal vs Chelsea berhadapan dalam laga yang bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga gengsi sebagai “raja” kota London.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 01 Maret 2026, 15:16 WIB
Duel Reece James dan Declan Rice dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Arsenal, Minggu (30/11/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - Derby London kembali memanas malam ini. Dua raksasa ibu kota, Arsenal dan Chelsea, akan saling berhadapan dalam laga yang bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga gengsi sebagai “raja” kota London.

Jika menilik data dan tren pertemuan, tuan rumah jelas berada di atas angin. Statistik berbicara lantang: The Gunners begitu dominan dalam duel-duel sesama tim London dalam beberapa musim terakhir.

Arsenal hanya sekali kalah dalam 25 derby London terakhir mereka di Premier League. Dari total tersebut, 18 laga berhasil dimenangkan dan enam lainnya berakhir imbang. Satu-satunya noda datang saat takluk dari West Ham pada Februari tahun lalu.

Lebih impresif lagi, dari 44 derby London terakhir di liga, Arsenal mencetak gol dalam 42 pertandingan. Konsistensi lini serang mereka membuat lawan-lawan sekota nyaris selalu kebobolan.


Superioritas Arsenal

Pemain Arsenal, Noni Madueke (kiri) bersalaman dengan pemain Chelsea, Malo Gusto setelah berakhirnya laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Stamford Bridge, London, Minggu (30/11/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Di bawah komando Mikel Arteta, performa Arsenal saat menghadapi Chelsea juga terbilang superior. Dari 16 pertemuan di semua ajang, Arteta hanya dua kali menelan kekalahan dari rival London Barat tersebut.

Kekalahan pertama terjadi pada Desember 2019, yang merupakan laga keduanya sebagai manajer Arsenal.

Sementara satu-satunya kekalahan lain hadir pada Agustus 2021 di Emirates, saat gol Romelu Lukaku dan Reece James memastikan kemenangan The Blues.


Chelsea dalam Tekanan Sejarah

Kai Havertz (kiri) coba diadang Alejandro Garnacho di laga Arsenal vs Chelsea di leg kedua semifinal EFL Cup 2025/26 di Emirates Stadium, Rabu (04/02/2026). (AP Photo/Ian Walton)

Situasi tak kalah berat membayangi kubu tamu. Chelsea kini menjalani delapan laga Premier League tanpa kemenangan atas Arsenal (3 imbang, 5 kalah).

Ini menjadi catatan terburuk mereka sejak era sebelum kedatangan Jose Mourinho, ketika The Blues sempat puasa kemenangan atas Arsenal selama 10 tahun, dari 1995 hingga 2005.

Bahkan Mourinho sendiri butuh tiga percobaan sebelum akhirnya mampu menaklukkan Arsenal di liga, dengan gol penentu dari Didier Drogba yang mengakhiri penantian panjang tersebut.

Musim ini, Arsenal juga sudah dua kali menyingkirkan Chelsea di semifinal Carabao Cup dengan agregat meyakinkan. Kekalahan tersebut menjadi satu-satunya noda dalam masa kepelatihan Liam Rosenior bersama The Blues sejauh ini.


Asa Rosenior dan Catatan Tandang

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, merayakan kemenangan dramatis 3-2 timnya atas West Ham United pada laga pekan ke-24 Premier League musim ini di Stamford Bridge, Minggu (01/02/2026) dini hari WIB. (AFP/Adrian Dennis)

Meski begitu, Rosenior tak sepenuhnya tanpa harapan. Ia mengawali karier liga bersama Chelsea dengan dua kemenangan tandang beruntun.

Lanjut Baca:

Jika kembali menang di Emirates, ia akan menjadi manajer Inggris pertama dalam 12 tahun terakhir yang memenangi tiga laga tandang awalnya di Premier League sejak Tim Sherwood melakukannya bersama Tottenham pada 2013/2014. Namun, Chelsea punya masalah serius saat menghadapi tim papan atas. Mereka kalah dalam delapan dari sembilan laga tandang terakhir melawan tim yang sedang berada di puncak klasemen. Satu-satunya pengecualian adalah kemenangan 2-1 atas Manchester City pada Mei 2021. Bahkan ketika Arsenal sedang memuncaki klasemen, Chelsea hanya pernah menang sekali dari sembilan lawatan liga ke markas The Gunners, terakhir pada Maret 1948.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya