Arsenal vs Chelsea: Meriam London sang Penguasa Derby

Arsenal vs Chelsea di Liga Inggris 2025-2026. Meriam London diunggulkan lewat rekor derby, sementara The Blues berjuang perbaiki disiplin pemain.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 28 Februari 2026, 23:47 WIB
Duel Reece James dan Declan Rice dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Arsenal, Minggu (30/11/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan panas bertajuk Derby London antara Arsenal vs Chelsea akan tersaji pada pekan ke-28 Liga Inggris, Minggu (1/3/2026) malam WIB. Laga ini menjadi ajang pembuktian konsistensi bagi skuad asuhan Mikel Arteta yang tengah memimpin klasemen sementara musim ini.

Meriam London memiliki catatan impresif dengan memenangi tiga pertemuan kandang terakhir melawan rival sekotanya tersebut di liga. Mereka berambisi menyamai rekor kemenangan beruntun lima kali yang pernah diraih klub pada periode 1990 hingga 1994 silam.

Di sisi lain, tim tamu datang membawa misi sulit untuk mengakhiri puasa kemenangan dalam delapan pertemuan terakhir di liga. Pasukan dari Stamford Bridge perlu bekerja ekstra keras karena tuan rumah sangat tangguh ketika bermain di hadapan pendukung sendiri.


Dominasi Meriam London di Derby Ibu Kota

Eberechi Eze (Arsenal), kiri, berebut bola dengan Reece James (Chelsea) yang terjatuh dalam laga Premier League antara Chelsea dan Arsenal di London, Inggris, Minggu, 30 November 2025. (AP Photo/Ian Walton)

Arsenal hanya menelan satu kekalahan dari 25 pertandingan derby London terakhir yang mereka jalani di kompetisi domestik. Catatan tajam ini membuktikan bahwa anak asuh Arteta merupakan penguasa ibu kota yang sangat sulit untuk ditaklukkan.

Eberechi Eze menjadi sosok yang paling diantisipasi karena semua golnya musim ini tercipta khusus pada laga-laga Derby London. Penyerang lincah tersebut sudah mengemas enam gol dan siap menambah pundi-pundinya untuk mengejar rekor Pierre-Emerick Aubameyang.

Rekor pertemuan Mikel Arteta juga sangat memihak tuan rumah setelah hanya kalah satu kali dalam 15 duel terakhir kontra The Blues. Kemenangan ganda di semifinal Carabao Cup awal tahun ini semakin menegaskan keunggulan strategi pelatih asal Spanyol tersebut.


Ujian Konsistensi bagi Liam Rosenior

Kai Havertz (kiri) coba diadang Alejandro Garnacho di laga Arsenal vs Chelsea di leg kedua semifinal EFL Cup 2025/26 di Emirates Stadium, Rabu (04/02/2026). (AP Photo/Ian Walton)

Chelsea sedang menghadapi tantangan besar karena sering kehilangan poin berharga meskipun sempat unggul terlebih dahulu dalam pertandingan. Mereka sudah membuang 19 poin dari posisi menang, sebuah angka yang hanya kalah buruk dari catatan milik West Ham.

Disiplin pemain juga menjadi masalah serius bagi tim tamu yang sudah mengoleksi enam kartu merah sepanjang musim berjalan. Angka tersebut merupakan jumlah tertinggi di liga, tetapi jumlah ini juga menyamai rekor terburuk internal klub dalam satu musim.

Pelatih Liam Rosenior mengincar kemenangan tandang ketiga secara beruntun sejak mengambil alih kursi kepemimpinan di Stamford Bridge. Jika berhasil membawa pulang tiga poin, ia akan menyamai pencapaian langka manajer asal Inggris seperti Tim Sherwood.

Pertahanan tuan rumah sebenarnya menyimpan celah karena 44 persen gol yang bersarang di gawang mereka tahun ini berasal dari kesalahan sendiri. Data ini menjadi peluang bagi tim tamu untuk mencuri angka dalam pertandingan Arsenal vs Chelsea akhir pekan ini.

Sumber: BBC Sport


Klasemen Premier League/Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya