Kinerja LSIP Moncer di 2025, Laba Naik 28%

Kinerja Keuangan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) 2025 positif, laba bersih naik 28% dan tanpa utang bank.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Maret 2026, 11:00 WIB
Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 98,791 miliar senilai Rp67,823 triliun. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Di tengah tantangan sektor agribisnis, perusahaan dengan kode saham LSIP ini mencatat pertumbuhan penjualan dan laba yang signifikan.

Presiden Direktur PP London Sumatra Indonesia Tan Agustinus Dermawan menjelaskan, sepanjang 2025, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti tercatat turun 3% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 1,14 juta ton.

"Namun, total produksi Crude Palm Oil (CPO) justru meningkat 2% yoy menjadi 292 ribu ton, didorong oleh kenaikan pasokan TBS dari pihak eksternal," jelas dia dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).

Dari sisi pendapatan, Lonsum membukukan penjualan sebesar Rp5,51 triliun pada 2025, naik 21% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama dipicu oleh peningkatan harga jual rata-rata serta volume penjualan produk sawit.

Secara keseluruhan, perseroan mencatat kinerja yang solid. Laba bruto tumbuh 14% yoy menjadi Rp2,26 triliun, laba usaha melonjak 30% yoy menjadi Rp2,01 triliun, dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 28% yoy menjadi Rp1,89 triliun.

 

Fokus Efisiensi dan Tanpa Utang Bank

Hal tersebut buntut keputusan Beijing yang membalas kebijakan Donald Trump dengan kenaikan tarif sebesar 84 persen. (BAY ISMOYO/AFP)

Tan Agustinus Dermawan, menegaskan capaian tersebut diraih di tengah berbagai tekanan industri.

“Lonsum mencatatkan kinerja yang positif pada tahun 2025 ditengah berbagai tantangan pada sektor agribisnis yang terus berlanjut, termasuk volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca yang tidak menentu dan ketidakpastian global. Fokus Lonsum, diantaranya, tetap pada pengendalian biaya dan efisiensi, optimalisasi kegiatan operasional dan produktivitas serta memprioritaskan investasi modal dengan tetap menerapkan praktik-praktik agrikultur secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).

Menariknya, hingga 31 Desember 2025, Lonsum tidak memiliki pendanaan melalui utang bank. Kondisi ini menunjukkan struktur keuangan perseroan tetap sehat dan konservatif.

Dengan strategi efisiensi dan penguatan operasional, Lonsum optimistis dapat menjaga kinerja positif di tengah dinamika industri sawit yang masih penuh tantangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya