Liputan6.com, Jakarta - Momen Lebaran selalu identik dengan kebersamaan dan hidangan lezat yang melimpah. Namun, di balik kenikmatan tersebut, tersimpan potensi risiko kesehatan, terutama bagi mereka yang rentan terhadap kolesterol tinggi dan hipertensi. Aneka masakan bersantan, daging berlemak, serta kudapan manis seringkali menjadi pemicu lonjakan kadar kolesterol jahat (LDL) dan tekanan darah.
Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap bijak dalam memilih dan mengonsumsi makanan selama perayaan Idulfitri. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa harus tersiksa oleh kekhawatiran kesehatan. Lantas apa saja tips hindari makanan pemicu kolesterol dan hipertensi saat Lebaran tanpa tersiksa? Melansir dari berbagai sumber, simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Pilih Daging Tanpa Lemak dan Olahan Unggas Tanpa Kulit
Saat Lebaran, hidangan daging seringkali menjadi primadona di meja makan keluarga. Untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil, sangat disarankan untuk memilih potongan daging tanpa lemak dan mengolah unggas tanpa kulit. Daging tanpa lemak merupakan pilihan makanan sehat yang semakin populer karena selain menjadi sumber protein berkualitas tinggi yang baik untuk meningkatkan massa otot, daging ini juga memiliki kalori yang lebih rendah, sehingga bermanfaat untuk menjaga atau menurunkan berat badan.
Daging merah, terutama bagian yang berlemak, serta kulit ayam, mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Peningkatan kolesterol LDL ini merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Pilihlah daging dengan label “choice” atau “select” karena kandungan lemaknya lebih rendah dibandingkan dengan label “prime”.
Memilih potongan daging sapi seperti tenderloin (has dalam) atau sirloin (has luar) yang secara alami lebih rendah lemak adalah langkah yang baik. Untuk daging giling, pilihlah yang berlabel 93% tanpa lemak atau lebih tinggi. Usahakan agar Anda tidak terlalu banyak mengonsumsi daging berlemak maupun kulit ayam karena keduanya dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.
Saat mengolah unggas, membuang kulitnya dapat secara signifikan mengurangi asupan lemak jenuh. Selain itu, mengonsumsi daging tanpa lemak juga menyediakan protein tinggi yang penting untuk menjaga massa otot dan dapat membantu dalam manajemen berat badan, mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.
2. Batasi Santan dan Olahan Bersantan
Hidangan Lebaran seperti rendang, opor ayam, dan gulai seringkali menggunakan santan sebagai bahan utama. Namun, santan memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi dan dapat memicu peningkatan kolesterol. Santan memberikan rasa gurih dan tekstur kental pada masakan, namun kandungan lemak jenuhnya sangat tinggi.
Santan mengandung lemak jenuh dan kalori yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. Menurut American Heart Association, batas aman konsumsi lemak jenuh dalam sehari adalah 16 gram. Sementara itu, satu cangkir santan dapat mengandung 2,5 kali kadar lemak jenuh yang seharusnya dikonsumsi seseorang dalam sehari. Konsumsi lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, yang berkontribusi pada risiko penyakit jantung dan stroke.
Untuk mengurangi risiko ini, pertimbangkan untuk menggunakan alternatif santan yang lebih sehat seperti susu kedelai tanpa pemanis, susu almond tanpa pemanis, atau susu oat. Susu evaporasi atau Greek yogurt juga bisa menjadi pilihan, meskipun perlu diperhatikan kandungan lemaknya. Makanan bersantan mengandung lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol serta hipertensi.
Selain itu, makanan bersantan yang rendah serat dapat menyebabkan gangguan pencernaan, diare maupun sembelit. Mengurangi penggunaan santan atau menggantinya dengan alternatif yang lebih sehat dapat membantu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap terkontrol selama perayaan Lebaran.
3. Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah
Di tengah hidangan Lebaran yang kaya lemak dan santan, penting untuk menyeimbangkan asupan dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Kedua asupan tersebut merupakan sumber serat yang baik untuk melancarkan sistem pencernaan. Sayur dan buah merupakan sumber serat larut yang sangat baik, yang berperan penting dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Serat larut membantu memelihara bakteri baik di usus dan membatasi penyerapan kolesterol ke aliran darah. Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran dapat membantu meningkatkan senyawa penting penurun kadar kolesterol dalam darah yang dikenal dengan sterol atau stanol. Cara kerja sterol dalam menurunkan kadar kolesterol sama dengan serat larut, yaitu membatasi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah.
Selain itu, sayuran hijau kaya akan potasium yang membantu mengeluarkan natrium berlebih dari tubuh melalui urin dan melemaskan dinding pembuluh darah, sehingga efektif menurunkan tekanan darah. Konsumsi sayuran dan buah juga berperan untuk meningkatkan bakteri baik di pencernaan sehingga membantu melancarkan pencernaan, menurunkan kolesterol, tekanan darah, maupun mencegah terbentuknya penumpukan lemak di pembuluh darah.
Buah-buahan dan sayuran juga mengandung antioksidan dan vitamin yang mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan. Contoh makanan tinggi serat larut yang bisa dikonsumsi antara lain buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan oatmeal, yang semuanya dapat menjadi penyeimbang nutrisi di tengah hidangan Lebaran.
4. Kurangi Garam dalam Masakan
Asupan garam yang berlebihan adalah salah satu pemicu utama hipertensi (tekanan darah tinggi), yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Garam mengandung natrium (NaCl) yang berperan dalam pengaturan volume dan tekanan darah. Natrium juga memiliki peranan untuk mengatur kontraksi otot dan transmisi sel saraf, serta membantu menjaga keseimbangan air, elektrolit, serta kadar asam dan basa tubuh.
Selain itu, natrium memiliki sifat mengikat air. Ketika mengonsumsi garam dalam jumlah berlebih, otomatis terjadi peningkatan kadar natrium dalam darah. Peningkatan natrium ini akan menyebabkan kondisi hipertonis di mana air tidak mampu dikeluarkan oleh ginjal, yang jika terjadi berlarut-larut, dapat menyebabkan peningkatan volume darah dalam tubuh. Menurut American Heart Association, konsumsi garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, yang pada gilirannya memperburuk kondisi jantung dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan pembatasan asupan garam. National Health Service (Layanan Kesehatan Nasional Inggris) merekomendasikan konsumsi garam maksimal hanya 6 gram atau setara satu sendok teh per hari bagi orang dewasa. Garam yang berlebih akan meningkatkan jumlah natrium dalam sel dan mengganggu keseimbangan cairan, yang menyebabkan mengalirnya cairan ke dalam sel tubuh dan mengecilkan diameter atau luas pembuluh darah arteri. Sehingga, jantung harus memompa darah lebih kuat yang berakibat meningkatnya tekanan darah (hipertensi).
Untuk mengurangi asupan garam tanpa mengorbankan rasa, gunakan rempah-rempah, bumbu, serta bahan-bahan kaya umami seperti jamur dan tomat. Sentuhan asam dari perasan lemon atau cuka apel juga dapat memperkuat rasa masakan. Hindari makanan olahan dan kemasan yang cenderung tinggi natrium, serta perhatikan label nutrisi untuk memilih produk dengan kadar garam lebih rendah.
5. Hindari Makanan Manis Berlebihan
Meskipun Lebaran identik dengan kue-kue manis dan minuman segar, konsumsi gula berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Makanan manis yang tinggi lemak jenuh, seperti kue krim, kue tart, dan beberapa jenis kue kering, dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah.
Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal American Heart Association, konsumsi gula tambahan berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner. Gula tambahan yang sering ditemukan dalam minuman manis dan makanan olahan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah, yang kemudian menyebabkan penumpukan plak.
Konsumsi gula berlebih dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) dan trigliserida, serta penurunan kolesterol HDL (high-density lipoprotein). Kombinasi ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke. Selain itu, gula berlebihan juga dapat menyebabkan resistensi insulin, memicu peradangan kronis, dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Oleh karena itu, batasi konsumsi kue kering, minuman manis, dan makanan penutup lainnya selama Lebaran. Pilihlah buah-buahan segar sebagai alternatif camilan manis atau nikmati hidangan manis dalam porsi kecil dan sesekali untuk menjaga kesehatan Anda.
6. Perhatikan Porsi Makan
Momen Lebaran seringkali menjadi ajang "balas dendam" setelah berpuasa sebulan penuh, yang dapat menyebabkan makan berlebihan. Mengontrol porsi makan adalah kunci untuk menghindari lonjakan kolesterol dan tekanan darah. Jangan jadikan momen Lebaran sebagai waktu balas dendam setelah selesai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Ketahuilah bahwa makan berlebihan selama Lebaran dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh Anda. Makan berlebihan, terutama makanan tinggi kalori, lemak, dan gula yang umum saat Lebaran, dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan memicu masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi dan hipertensi. Porsi makan rendang yang terlalu banyak juga bisa menyumbang kalori dalam jumlah besar.
Penting untuk menikmati hidangan Lebaran dalam porsi yang bijak. Mulailah makan secara bertahap dan perlahan, dengan porsi yang lebih kecil, untuk memberi kesempatan tubuh beradaptasi dan merasakan kenyang. Nah, guna menghindari hal tersebut, Anda wajib makan dalam jumlah secukupnya alias tidak berlebihan.
Mengontrol porsi juga membantu mencegah sindrom metabolik yang dapat memicu gangguan kardiovaskular, hipertensi, diabetes, dan kelebihan berat badan. Dengan porsi yang terkontrol, Anda tetap bisa menikmati berbagai hidangan tanpa merasa bersalah atau khawatir akan dampak negatif pada kesehatan.
7. Pilih Metode Memasak yang Sehat
Cara mengolah makanan memiliki dampak besar pada kandungan nutrisi dan lemaknya. Memilih metode memasak yang sehat dapat membantu mengurangi asupan kolesterol dan lemak jenuh. Mengukus, merebus, atau memanggang membuat makanan Anda lebih sehat.
Karena pada prosesnya, ketiga metode memasak tersebut tidak menggunakan minyak yang menyebabkan kadar kolesterol jahat meningkat. Metode memasak seperti mengukus, merebus, atau memanggang adalah pilihan yang lebih sehat karena tidak memerlukan penggunaan minyak berlebihan, sehingga dapat mencegah peningkatan kadar kolesterol jahat. Memasak dengan cara kukus, rebus, dan panggang lebih baik daripada goreng.
Menggoreng, terutama dengan teknik deep-fried, akan menambah lemak jenuh dan kalori pada makanan, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Penderita penyakit jantung memang disarankan tak lagi mengonsumsi makanan yang digoreng karena tinggi kalori dan lemak. Sebagai gantinya, makanan bisa diolah dengan cara dipanggang, menggunakan microwave, atau dikukus.
Jika terpaksa menggoreng atau menumis, gunakan minyak sehat seperti minyak kanola atau minyak zaitun dalam jumlah sedikit, dan hindari menggoreng dengan makanan terendam minyak. Memisahkan lemak yang terlihat pada daging sebelum dimasak juga merupakan praktik yang baik untuk mengurangi asupan lemak jenuh.
8. Tetap Aktif Bergerak
Meskipun suasana Lebaran cenderung santai dan penuh kunjungan, menjaga aktivitas fisik tetap penting untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Meskipun suasana Lebaran cenderung membuat kita lebih santai, tetaplah aktif secara fisik sangat penting.
Aktivitas fisik secara teratur memiliki banyak manfaat untuk mencegah dan mengelola kolesterol tinggi serta hipertensi. Olahraga membantu menjaga berat badan yang sehat, yang merupakan faktor penting dalam mengontrol kedua kondisi ini. Rutin berolahraga dan memperhatikan waktu tidur yang sehat dapat membantu menjaga tekanan darah normal.
Selain itu, aktivitas fisik dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), serta membantu menjaga tekanan darah tetap dalam batas normal. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menjaga tekanan darah berada di angka yang normal.
Bahkan aktivitas ringan seperti berjalan kaki setelah makan, membantu membersihkan rumah, atau bermain dengan anak-anak dapat membantu membakar kalori dan meningkatkan metabolisme. Usahakan untuk tetap bergerak setidaknya 30 menit setiap hari, meskipun tidak harus dalam satu waktu.
9. Cukupi Kebutuhan Air Putih
Hidrasi yang cukup seringkali terabaikan di tengah kesibukan Lebaran, padahal sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh secara optimal. Hidrasi adalah kunci agar tubuh dapat berfungsi secara optimal, karena mencukupi kebutuhan cairan memastikan semua organ, sel, dan jaringan bekerja dengan baik.
Tubuh manusia terdiri atas 70% air yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, melindungi tulang dan persendian, serta membantu sirkulasi darah ke otak dan organ vital lainnya. Mencukupi kebutuhan air putih sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, yang mendukung fungsi optimal semua organ, sel, dan jaringan.
Air membantu dalam proses pencernaan, penyerapan nutrisi, sirkulasi darah, dan pengaturan suhu tubuh. Salah satu cara terbaik untuk membuang kelebihan nutrisi dan kotoran dari dalam tubuh adalah dengan menjaganya tetap terhidrasi. Sementara itu, cara termudah untuk menghidrasi tubuh adalah dengan mengonsumsi air putih.
Hidrasi yang baik juga membantu ginjal membuang racun dan kelebihan natrium dari tubuh, yang secara tidak langsung mendukung kontrol tekanan darah. Selain itu, minum air putih yang cukup dapat membantu mengurangi keinginan untuk mengonsumsi minuman manis yang tinggi gula dan kalori, menjaga tubuh tetap segar dan sehat.
10. Jangan Lupa Sarapan Sehat
Memulai hari dengan sarapan sehat dapat membantu mengelola nafsu makan dan menjaga kadar gula darah, yang pada akhirnya berkontribusi pada pencegahan kolesterol dan hipertensi.
Sarapan yang bergizi dapat membantu menstabilkan kadar gula darah, mencegah rasa lapar berlebihan yang dapat memicu makan berlebihan di kemudian hari, dan memberikan energi yang berkelanjutan. Hal ini penting untuk menghindari konsumsi makanan pemicu kolesterol dan hipertensi secara berlebihan di waktu makan berikutnya.
Dengan mengontrol asupan makanan secara keseluruhan dan menghindari makan berlebihan, risiko peningkatan kolesterol dan tekanan darah dapat diminimalkan. Makan besar saat Lebaran mungkin akan terasa kurang afdol tanpa kehadiran olahan daging kambing, yang berpotensi meningkatkan tekanan darah karena memiliki protein yang tinggi. Protein dapat meningkatkan metabolisme tubuh sebesar 30 persen yang diikuti dengan peningkatan tekanan darah di dalam tubuh.
Pilihlah sarapan yang kaya serat, protein, dan karbohidrat kompleks, seperti oatmeal dengan buah, roti gandum dengan telur, atau bubur kacang hijau tanpa santan berlebihan. Sarapan sehat akan memberikan fondasi yang kuat untuk menjaga pola makan seimbang sepanjang hari Lebaran, membantu Anda tetap bugar dan terhindar dari masalah kesehatan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Bagaimana cara memilih daging yang sehat saat Lebaran?
Jawaban: Untuk memilih daging yang sehat saat Lebaran, prioritaskan potongan daging tanpa lemak seperti tenderloin atau sirloin, serta unggas tanpa kulit. Daging tanpa lemak memiliki kalori lebih rendah dan merupakan sumber protein baik, sementara kulit ayam dan bagian berlemak tinggi dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL).
2. Apa alternatif santan yang lebih sehat untuk masakan Lebaran?
Jawaban: Alternatif santan yang lebih sehat untuk masakan Lebaran antara lain susu kedelai tanpa pemanis, susu almond tanpa pemanis, atau susu oat. Susu evaporasi atau Greek yogurt juga bisa digunakan. Pilihan ini membantu mengurangi asupan lemak jenuh yang tinggi dalam santan kelapa, yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL).
3. Seberapa banyak garam yang aman dikonsumsi per hari?
Jawaban: National Health Service (Layanan Kesehatan Nasional Inggris) merekomendasikan konsumsi garam maksimal hanya 6 gram atau setara satu sendok teh per hari bagi orang dewasa. Asupan garam berlebihan mengandung natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.
4. Apa manfaat memperbanyak konsumsi sayur dan buah saat Lebaran?
Jawaban: Memperbanyak konsumsi sayur dan buah saat Lebaran sangat bermanfaat karena keduanya kaya serat larut yang membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan melancarkan pencernaan. Selain itu, sayuran hijau mengandung potasium yang membantu menurunkan tekanan darah, serta antioksidan yang mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.