Arab Saudi Buat Dapur Pusat di Gaza, Ada 24.000 Makanan Harian saat Ramadan

Bagaimana cara kerja dapur yang disediakan oleh Arab Saudi?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 01 Maret 2026, 07:10 WIB
Di lokasi pengungsian, warga mencoba menghidupkan suasana Ramadan dengan kreativitas, seperti membuat lentera (fanous) dari kaleng bekas atau kain bantuan. Tampak dalam foto, warga Palestina duduk di meja panjang di tengah reruntuhan bangunan yang hancur untuk berbuka puasa bersama, selama bulan suci Ramadan di Khan Younis, Jalur Gaza, Kamis 19 Februari 2026. (AP Photo/Abdel Kareem Hana)

Liputan6.com, Riyadh - Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSrelief) dari Arab Saudi meresmikan dapur pusat di Jalur Gaza untuk menyediakan ketahanan pangan bagi rakyat Palestina di wilayah tersebut.

Melalui kerja sama dengan Pusat Kebudayaan dan Warisan sebagai bagian dari kampanye penggalangan dana, fasilitas tersebut memproduksi 24.000 porsi makanan setiap harinya selama bulan Ramadan, dikutip dari laman Antara News, Minggu (1/3/2026).

Disebutkan bahwa dapur tersebut mendistribusikan 3,6 juta makanan, dengan menargetkan keluarga pengungsi di Kota Deir Al-Balah dan Al-Qarara. Selain menyalurkan bantuan, fasilitas itu juga mempekerjakan 40 pekerja lokal dan menerapkan standar kesehatan internasional tertinggi.

Pengawas Umum KSrelief, Abdullah Al Rabeeah, menyoroti bahwa proyek tersebut merupakan kelanjutan dari upaya penyaluran bantuan dari Kerajaan Saudi melalui darat, laut dan udara untuk rakyat Palestina.

Ia juga menggarisbawahi komitmen Arab Saudi untuk meredakan krisis kemanusiaan dan mendukung kelompok yang paling rentan, termasuk perempuan dan anak-anak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya