Lirik Lagu Religi Menuju Cahaya, Hasil Perenungan Marcell Siahaan soal Penyucian Hati

Lirik Lagu Religi Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan yang repetitif pun punya makna tersendiri.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 02 Maret 2026, 07:35 WIB
Marcell dalam Menuju Cahaya. (YouTube/ Marcell)

Liputan6.com, Jakarta - Marcell Siahaan kembali dengan karya barunya yang bertajuk "Menuju Cahaya." Yang istimewa, lagu yang dirilis pada momen Ramadan 2026 ini adalah hasil perenungan Marcell, yang juga berperan sebagai penulis lirik dan komposer lagu ini. 

"Menuju Cahaya" sendiri, terinspirasi dari konsep Tazkiyatun Nafs. 

"Tazkiyatun Nafs itu bukan tentang ingin terlihat lebih religius. Tetapi tentang seseorang itu berani ngaku kalau dalam diri dia ada ego yang sering ingin menang sendiri, marah yang dibenar-benarkan, selalu haus validasi, ada ambisi berlebihan yang dibungkus dengan alasan-alasan, pembenaran-pembenaran, pengin banget selalu dipahami, pengin selalu didengerin, tapi jarang banget memahami orang lain, jarang mau dengerin orang lain," kata Marcell dalam unggahan di media sosialnya jelang perilisan lagu ini. 

 Dalam deskripsi di videoklip lagu ini, disebutkan bahwa "Menuju Cahaya" merupakan lagu tentang perjalanan batin manusia.

Manusia ini berhenti merasa menjadi pusat, dan mulai melangkah menuju sesuatu yang lebih besar daripada dirinya. Lagu ini tidak berbicara tentang pencapaian, melainkan tentang pelepasan; bukan tentang menjadi benar, tetapi tentang belajar untuk tunduk dan jujur pada diri sendiri.

Seperti apa hasil perenungan Marcell yang ia tuangkan dalam lirik lagu ini?

Lirik Lagu Menuju Cahaya dari Marcell

Marcell dalam Menuju Cahaya. (YouTube/ Marcell)

Aku melangkah tanpa nama

Tanpa beban untuk dipuja

Kupeluk sunyi dalam dada

Ajarku luruskan arah tujuan

Bukan tentang merasa benar

dan bukan tentang yang paling dekat

Kusadari perlahan ku bukan pusat dari segalanya

 

Aku berjalan

Aku melangkah

Aku lepaskan semua yang sembuh

yang membuatku lupa.

Arah 'tuk pulang

Dan kuikhlaskan segala pembenaran

Yang tersisa hanya tunduk dan bertahan

 

Bukan tentang merasa benar

dan bukan tentang yang paling sempurna

Kusadari perlahan

Hanya Kau selalu jadi tujuan

 

Aku berjalan

Menuju cahaya

Kaulah tujuan

Aku melangkah

Ikhlaskan semua

 

I lay my name down into the dust.

And the road began to breathe

What I stopped reaching for

Quietly found its place.

I am not the light nor the shadows behind.

I am the step between

And I keep walking

 

Menuju cahaya

Kaulah tujuan

Aku berjalan

Menuju cahaya

Aku melangkah

Kaulah tujuan

Ku berjalan

Ikhlaskan semua

Di Balik Lirik yang Repetitif

"Menuju Cahaya" sendiri disebutkan bukan sebuah bukan pernyataan religius yang demonstratif, melainkan perenungan seorang yang menyadari keterbatasannya. 

Liriknya yang repetitif pun punya makna tersendiri. 

"Pengulangan lirik berfungsi seperti doa, yang diucapkan perlahan dan reflektif, menggambarkan bahwa pemurnian diri bukan peristiwa yang instan sekali selesai, melainkan proses yang harus dijalani terus-menerus," begitu pernyataan tentang lagu ini. 

Alasan Penggunaan Nuansa Elektronik

Dari segi musik, "Menuju Cahaya" begitu kental dengan nuansa elektronik. 

"Saya sengaja melahirkan lagu ini dengan aransemen yang sedikit berbeda, tentunya tanpa kehilangan ruh-nya, harapannya agar lagu ini bisa menjaring lebih banyak pendengar dari berbagai segmen yang lebih luas dan beragam, dan siapa pun mereka bisa memaknai musik dan lirik dari lagu ini tanpa harus menunggu momen-momen tertentu," begitu pernyataan Marcell tentang lagu ini. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya