Tangis Gelandang Juventus Pecah di Bangku Cadangan

Momen emosional Khephren Thuram yang menangis usai gagal manfaatkan peluang emas saat Juventus menghadapi Galatasaray di play-off Liga Champions.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 27 Februari 2026, 12:43 WIB
Momen saat wasit memberikan kartu merah pada Lloyd Kelly di laga Juventus vs Galatasaray di leg kedua playoff Liga Champions 2025/2026 di Allianz Stadium, Kamis (26/02/2026) dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Perjuangan heroik Juventus di babak play-off Liga Champions berakhir dengan kegagalan tragis. Peristiwa di lapangan semakin memuncak ketika Khephren Thuram tampak sangat emosional di pinggir lapangan setelah pertandingan memasuki fase krusial.

Gelandang asal Prancis tersebut tidak mampu membendung air mata setelah ditarik keluar oleh pelatih Luciano Spalletti. Kegagalan memaksimalkan peluang emas di depan gawang lawan menjadi alasan utama di balik kesedihan mendalam sang pemain.

Padahal, raksasa Italia ini sempat menunjukkan semangat juang tinggi meski harus bermain dengan sepuluh orang sejak awal babak kedua. Akan tetapi, dewi fortuna tampaknya belum berpihak pada malam yang dramatis tersebut bagi skuat asuhan Spalletti.


Kegagalan Peluang Emas dan Pergantian Pemain

Pemain Juventus, Khephren Thuram (kiri), dan pemain Galatasaray, Baris Yilmaz, berebut bola dalam pertandingan leg pertama play-off Liga Champions di Istanbul, Turki, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Khalil Hamra)

Memasuki menit ke-77, Thuram sebenarnya memiliki kesempatan besar saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Ugurcan Cakir. Alih-alih mengarahkan bola ke sudut gawang, ia mencoba melakukan tendangan cungkil yang melambung terlalu tinggi.

Kegagalan ini menjadi aksi terakhirnya dalam pertandingan tersebut karena staf pelatih segera memasukkan Vasilije Adzic sebagai penyegaran. Saat duduk di bangku cadangan, kamera menangkap momen pilu ketika air mata mulai membasahi wajah sang gelandang.

Rekan-rekan setimnya mencoba memberikan penghiburan, tetapi ia terlihat sangat terpukul dan sulit untuk ditenangkan. Rasa tanggung jawab yang besar tampaknya membebani pundak putra dari legenda besar klub, Lilian Thuram.


Perjuangan Sepuluh Pemain Berakhir Tragis

Lloyd Kelly (6) dari Juventus bereaksi setelah wasit João Pinheiro, dari Portugal, memberinya kartu merah saat pertandingan Liga Champions antara Juventus dan Galatasaray, Kamis dini hari WIB (26-2-2026) di Turin, Italia (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Juventus sebenarnya tampil luar biasa setelah sempat tertinggal agregat 2-5 dari leg pertama. Mereka mampu mengejar ketertinggalan meski kehilangan Lloyd Kelly yang menerima kartu merah kontroversial.

Gol dari Weston McKennie sempat memberikan harapan baru bagi publik Turin sebelum laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Namun, kelelahan fisik akibat kekurangan jumlah pemain akhirnya mulai terasa dampaknya terhadap performa tim secara keseluruhan.

Galatasaray akhirnya mengunci kemenangan melalui gol-gol yang dicetak oleh Victor Osimhen dan Baris Yilmaz. Hasil ini memastikan langkah Juventus terhenti dan meninggalkan luka mendalam bagi seluruh penggawa tim.

Sumber: juvefc

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya