BEI Bidik Investor Syariah Aktif Bertambah 50 Ribu SID di 2026

BEI menargetkan penambahan investor syariah aktif sebanyak 50.000 Single Investor Identification (SID) pada 2026.

oleh Septian DenyDiterbitkan 27 Februari 2026, 06:00 WIB
Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik ke level 8.000 pada penutupan perdagangan, Senin (9/2/2026). (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan penambahan investor syariah aktif sebanyak 50.000 Single Investor Identification (SID) pada 2026, atau meningkat signifikan dari target penambahan investor syariah aktif sebanyak 13.500 SID pada tahun sebelumnya.

"Tahun kemarin targetnya cuma 13.500 penambahan investor syariah itu. Tahun sekarang 50.000. Karena ternyata tahun 2025, perusahaan melihat pencapaiannya 43.000 SID. Berarti, kalau target cuma 13.500 SID terlalu rendah. Akhirnya dinaikkan targetnya jadi 50.000 SID," ujar Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh, Jumat (27/2/2026).

Per Desember 2025, jumlah keseluruhan investor syariah di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 217.157 SID, atau tumbuh signifikan dibandingkan sebanyak 169.397 investor syariah pada 2024.

Sementara itu, untuk investor syariah aktif tercatat sebanyak 43.135 SID per Desember 2025, atau meningkat dibandingkan sebanyak 30.979 SID per akhir 2024. 

Irwan menjelaskan, pertumbuhan jumlah investor syariah tersebut mendorong pertumbuhan nilai transaksi investor syariah menjadi Rp11,2 triliun pada 2025, dari sebelumnya hanya sebesar Rp5,5 triliun pada 2024.

"Saya sekarang lebih senang, Bursa Efek Indonesia (BEI) lebih senang meng-highlight tentang pencapaian yang sudah dilakukan oleh investor khusus syariah yang 217.000 itu. Dari sebanyak 217.000 investor syariah itu, transaksinya sudah mencapai Rp11,2 triliun," ujar Irwan.

 

Volume Transaksi Investor Syariah

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, untuk volume transaksi investor syariah tercatat sebanyak 30,6 miliar saham per Desember 2025, dengan frekuensi transaksi investor syariah mencapai 2,7 juta kali per Desember 2025.

Lebih lanjut, per Desember 2025, jumlah saham syariah tercatat sebanyak 672 saham, yang artinya jumlah tersebut menggambarkan bahwa saham syariah telah mendominasi dari total keseluruhan sebanyak 956 saham di pasar modal Indonesia.

Kemudian,dari sisi kapitalisasi pasar saham syariah juga mengalami pertumbuhan menjadi senilai Rp8,97 triliun per Desember 2025, dari sebelumnya tercatat senilai Rp6,82 triliun per akhir 2024.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya