Vinicius Junior Menjawab, 3 Catatan di Balik Lolosnya Real Madrid ke Babak 16 Besar Liga Champions

Real Madrid lolos ke 16 Besar Liga Champions usai menyingkirkan Benfica. Vinicius Junior kembali jadi pembeda dalam laga yang jauh dari kata dominan.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 26 Februari 2026, 19:45 WIB
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior (kiri), merayakan gol kedua bersama rekan setimnya dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid tidak tampil dominan, tidak pula sepenuhnya meyakinkan. Namun, satu hal tak berubah: mereka tetap melangkah ke babak 16 besar Liga Champions dan Vinicius Junior menjadi bintang bagi timnya.

Kemenangan 2-1 atas Benfica pada leg kedua play-off, Kamis (26/2) dini hari WIB, memastikan agregat 3-1 untuk Los Blancos.

Di tengah permainan yang naik turun, Madrid kembali menemukan jawabannya. Jawaban itu bernama Vinicius Junior.

Penyerang Brasil tersebut merespons tekanan dengan cara paling efektif. Ia mencetak gol. Ia berbicara lewat performa, bukan reaksi emosional.


Insiden Serius yang Tak Bisa Diabaikan

Jelang laga usai, serangan balik cepat Real Madrid dimanfaatkan dengan baik oleh Vinícius Junior, pada menit ke-80, yang mencetak gol kemenangan Los Blancos sekaligus menutup rangkaian duel dua leg tersebut. Tampak dalam foto, penyerang Real Madrid asal Brasil, Vinicius Junior, merayakan golnya selama pertandingan leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan SL Benfica di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu 25 Februari 2026 waktu setempat atau Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (Pierre-Philippe MARCOU/AFP)

Bahkan sebelum bola bergulir, laga ini sudah tercoreng oleh insiden serius di dalam stadion.

Seorang pendukung dari tribun Real Madrid tertangkap kamera melakukan salam Nazi saat persiapan pertandingan. Gestur itu dilakukan berulang dan terlihat jelas.

Pihak keamanan bergerak cepat. Individu tersebut segera dikeluarkan dari stadion tanpa kompromi.

Usai laga, klub mengeluarkan pernyataan resmi. Real Madrid menegaskan akan menindak tegas dan tidak mentoleransi simbol ekstremisme dalam bentuk apa pun.


Vinicius Junior dan Penghormatan yang Akhirnya Datang

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior beraksi dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Malam itu juga menjadi panggung emosional bagi Vinicius. Dukungan penuh datang dari publik tuan rumah sejak sebelum kick-off.

Setelah kontroversi di leg pertama, respons Bernabeu menjadi sinyal penting. Vinicius tidak sendirian.

Gol yang ia cetak bukan sekadar penentu skor. Itu adalah pernyataan. Ia hadir di saat Madrid membutuhkannya.

Momen paling simbolis datang setelah laga. Sidny Lopes Cabral mendekatinya dan meminta bertukar jersey, sebuah gestur respek yang tak bisa disangkal.


Bernabeu Sunyi, Benfica Lebih Bersuara

Dua menit berselang, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Prancis, Aurelien Tchouameni (kedua kanan), merayakan gol penyama kedudukan selama pertandingan leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan SL Benfica di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu 25 Februari 2026 waktu setempat atau Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Ironisnya, kelolosan Madrid tidak dibarengi atmosfer perayaan. Stadion terasa datar sejak awal.

Tidak ada sambutan megah. Tidak ada euforia berlebihan. Bahkan usai gol Vinicius, sebagian penonton mulai meninggalkan tribun.

Sebaliknya, sekitar 4.000 pendukung Benfica tak pernah berhenti bernyanyi. Dukungan mereka konsisten sepanjang laga.

Untuk waktu yang lama, suara suporter tamu justru lebih dominan di Santiago Bernabeu. Sebuah pemandangan yang jarang terjadi, namun nyata malam itu.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya