Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis, (26/2/2026). Apa saja rekomendasi saham-nya?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,50% tetapi disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing Rp 1,18 triliun. Saham-saham yang paling banyak dibeli asing antara lain saham BBRI, BBCA, UNTR, ADRO dan ASII.
Advertisement
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG masih akan mencoba untuk melanjutkan kenaikan seiring penguatan di Amerika Serikat (AS). “Tapi hati-hati sepanjang belum break di atas 8.450, IHSG masih berpeluang kembali koreksi,” kata Fanny.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.250-8.270 dan level resistance 8.380-8.450 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.
Sementara itu, dalam riset Kiwoom Sekuritas cukup optimistis IHSG akan menyentuh target 8.600 dalam waktu 1-2 minggu. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menuturkan, penguatan IHSG itu didorong oleh sentimen musim laporan keuangan dan kejelasan reformasi pasar moda. “Saran average up bertahap masih cocok diterapkan,” kata dia.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Trading Idea hari ini: PANI, JPFA, BULL, EMAS, ENRG, dan RAJA
- PANI Buy if Break 9950, dengan target dekat di 10075-10200. Cutloss di bawah 9850.
- JPFA Spec Buy dengan area beli di 2390-2410, cutloss di bawah 2380. Target dekat di 2470-2530.
- BULL Spec Buy dengan area beli di 520-535, cutloss di bawah 520. Target dekat di 550-570.
- EMAS Buy on Weakness dengan area beli di 8225-8300, cutloss di bawah 8150. Target dekat di 8400-8550.
- ENRG Spec Buy dengan area beli di 1530-1545, cutloss di bawah 1510. Target dekat di 1570-1620.
- RAJA Spec Buy dengan area beli di 4640-4720, cutloss di bawah 4630. Target dekat di 4800-4850.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 25 Februari 2026
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (25/2/2026) sore, seiring dengan penguatan mayoritas bursa saham Asia dan rebound di pasar global.
IHSG naik 41,40 poin atau 0,50 persen ke posisi 8.322,23. Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 5,44 poin atau 0,65 persen ke posisi 843,07.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan sentimen positif datang dari pasar global.
“Faktor positif antara lain berasal dari rebound di Wall Street Amerika Serikat (AS) pada Selasa (24/2), serta penguatan mayoritas indeks di bursa Asia,” ujar Ratna dikutip dari Antara,
Dari Amerika Serikat (AS), pasar mencermati sejumlah poin penting dalam pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump. Dalam pidatonya, Trump menyerukan pembentukan program pensiun yang didukung pemerintah serta mendorong Kongres mengesahkan undang-undang yang melarang investor institusi besar membeli rumah keluarga tunggal.
Trump juga menyoroti keberhasilan pemerintahannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi, dengan fokus utama pada kebijakan domestik.
Pelaku Pasar Pantau Data Ekonomi AS dan Eropa
Selain pidato Presiden AS, pelaku pasar juga mencermati rilis data ekonomi terbaru. Data Initial Jobless Claims AS pekan lalu diperkirakan naik menjadi 210.000 dari sebelumnya 206.000.
Sementara dari kawasan Eropa, investor menunggu data Economic Sentiment Euro Area Februari 2026 yang diproyeksikan sedikit meningkat ke level 99,5 dari sebelumnya 99,4.
IHSG sendiri dibuka menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks tetap stabil di teritori positif hingga akhir perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor mencatatkan penguatan. Sektor barang konsumen nonprimer memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,71 persen, diikuti sektor industri yang naik 2,09 persen serta sektor kesehatan sebesar 1,80 persen.
Di sisi lain, dua sektor mengalami pelemahan, yakni transportasi dan logistik yang turun 1,62 persen serta sektor keuangan yang terkoreksi 0,24 persen.