Banding Benfica Ditolak UEFA, Gianluca Prestianni Tetap Absen Saat Hadapi Real Madrid

UEFA resmi menolak banding yang diajukan Benfica terkait sanksi terhadap Gianluca Prestianni, dan ia harus absen melawan Real Madrid.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 25 Februari 2026, 23:05 WIB
Kylian Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Liputan6.com, Jakarta - Badan sepak bola Eropa, UEFA, resmi menolak banding yang diajukan Benfica terkait sanksi terhadap Gianluca Prestianni. Dengan keputusan ini, ia dipastikan tetap menjalani skorsing sementara dan absen dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.

Prestianni, 20 tahun, sebelumnya dijatuhi larangan bermain sementara setelah dituduh melontarkan ujaran bernada rasis kepada bintang Madrid, Vinicius Junior, pada leg pertama di Lisbon pekan lalu.

Insiden tersebut sempat membuat pertandingan dihentikan selama sekitar 10 menit. Vinicius menghampiri wasit asal Prancis, Francois Letexier, untuk melayangkan protes resmi. Momen itu terjadi tak lama setelah pemain berusia 25 tahun tersebut mencetak gol tunggal kemenangan Madrid, yang membuat klub asal Spanyol itu unggul agregat 1-0 jelang laga penentuan di Santiago Bernabeu.

Benfica berharap UEFA mengabulkan banding agar Prestianni bisa tampil di leg kedua. Namun, karena investigasi masih berlangsung, otoritas sepak bola Eropa memutuskan mempertahankan hukuman sementara tersebut.

Dalam pernyataan resminya beberapa jam sebelum kick-off, UEFA menegaskan: "Banding yang diajukan oleh SL Benfica ditolak. Dengan demikian, keputusan Badan Kontrol, Etik, dan Disiplin UEFA tertanggal 23 Februari 2026 dikonfirmasi. Gianluca Prestianni tetap menjalani skorsing sementara untuk pertandingan klub UEFA berikutnya di mana ia seharusnya memenuhi syarat tampil."


Mourinho Bungkam, Presiden Benfica Pasang Badan

Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, memilih tidak berbicara kepada media sejak mengeluarkan komentar kontroversial usai leg pertama. Mourinho sebelumnya menilai Vinicius memprovokasi suporter tuan rumah dan bahkan menyeret nama legenda klub, Eusebio, sebagai pembelaan bahwa pemain Benfica tidak mungkin bersikap rasis.

Sementara itu, Presiden Benfica, Rui Costa, secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap Prestianni.

“Benfica akan berdiri bersama Prestianni. Bukan hanya karena dia pemain kami. Saya tegaskan kembali poin terpenting dalam situasi seperti ini: Prestianni bukan seorang rasis. Ia dihukum atas tuduhan rasisme padahal dia bukan rasis,” ujar Rui Costa kepada wartawan.


Prestianni Bantah Tuduhan

Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Prestianni sendiri telah mengeluarkan klarifikasi. Ia membantah keras telah melontarkan kata-kata bernada rasis kepada Vinicius.

“Saya ingin menegaskan bahwa tidak pernah sekalipun saya mengarahkan hinaan rasis kepada Vini Jr, yang mungkin salah memahami apa yang ia dengar,” kata Prestianni.

“Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyesalkan ancaman yang saya terima.”

Di luar insiden yang melibatkan pemain, rekaman pertandingan juga memperlihatkan dua suporter Benfica diduga melakukan tindakan rasis terhadap Vinicius saat laga dihentikan.

Klub Portugal tersebut dikabarkan telah membuka investigasi internal dan siap menjatuhkan sanksi kepada pendukung yang terbukti melakukan nyanyian atau gestur bernada rasis.

Sumber: UEFA

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya