Liputan6.com, Jakarta - Teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi kedua di dunia setelah air. Tidak ada perdebatan di antara para ahli tentang khasiat teh bagi kesehatan tubuh, termasuk dengan teh hitam.
Melansir UCLA Health, Rabu, 25 Februari 2026, teh hitam adalah jenis teh yang paling populer di seluruh dunia. Teh hitam merupakan salah satu dari empat jenis teh yang terbuat dari daun tanaman Camellia sinensis. Tiga lainnya adalah teh hijau, oolong, dan putih.
Advertisement
Berbeda dengan teh lainnya, daun teh hitam mengalami proses oksidasi yang ekstensif, sehingga sel-sel di dalam daun terpapar oksigen. Para ahli percaya bahwa oksidasi ini dapat memberikan teh hitam beberapa manfaat yang berbeda dibandingkan teh hijau (yang tidak mengalami oksidasi), maupun teh oolong dan teh putih yang mengalami oksidasi parsial.
"Proses oksidasi melibatkan pemaparan daun teh ke udara, memungkinkan enzim untuk mengubah senyawa alaminya, yang memperdalam rasa dan warnanya," ujar Samina Kalloo, RDN, CDN, ahli diet terdaftar, konselor nutrisi, dan pendiri Samina Kalloo Nutrition, dikutip dari laman History of Ceylon Tea.
Manfaat kesehatan dari teh sebagian besar berasal dari polifenol - antioksidan yang memberikan perlindungan dari beberapa penyakit kronis. Teh hitam mengandung satu kelompok polifenol yang disebut theaflavin, yang tidak dimiliki oleh jenis teh lainnya. Theaflavin terbentuk selama oksidasi dan menyumbang 3--6 persen dari polifenol dalam teh hitam.
Teh hitam beraroma tetap memiliki manfaat dan mungkin lebih sehat daripada minum teh yang dimaniskan dengan susu dan gula. Untuk mendapatkan semua manfaatnya, gunakan daun teh lepas (bukan kantong teh).
Meningkatkan Kesehatan Jantung
Teh hitam sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Theaflavin membantu menurunkan kolesterol darah. Flavonoid, antioksidan yang sama yang ditemukan dalam anggur merah, cokelat hitam, dan kacang-kacangan mengurangi risiko penyakit jantung hingga 8 persen.
Studi menunjukkan bahwa dengan secangkir teh yang diminum setiap hari, Anda dapat menurunkan tekanan darah, risiko kejadian kardiovaskular utama (seperti serangan jantung dan stroke), dan ancaman kematian akibat penyakit jantung.
"Hanya dua cangkir sehari dapat menyediakan 400 hingga 600 miligram asupan harian yang direkomendasikan untuk mendukung kesehatan jantung," kata Kalloo.
Senyawa tumbuhan ini mendukung kesehatan jantung dengan mendorong kadar kolesterol yang sehat dan pengaturan tekanan darah. "Sebuah analisis dari uji coba terkontrol secara acak menemukan bahwa suplementasi teh hitam secara signifikan mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik dibandingkan dengan perlakuan kontrol," kata Jamie Adams, MS, RDN, RPYT, ahli diet kesehatan wanita dan pendiri Mamaste Nutrition.
Mengurangi Risiko Stroke dan Mendukung Kesehatan Usus
Stroke terjadi karena pembuluh darah yang membawa darah ke otak tersumbat. Itu menjadi penyebab kematian kedua terbesar di dunia. Minum teh hitam mungkin merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko stroke. Studi menunjukkan bahwa minum setidaknya dua cangkir teh setiap hari dapat mengurangi risiko stroke sebesar 16 persen dibandingkan dengan orang yang tidak minum teh.
Minum teh hitam juga dapat mendorong usus yang lebih sehat. Dalam sebuah studi pada 2023 disimpulkan bahwa konsumsi teh hitam terkait dengan peningkatan flora mikrobioma usus, mendukung kesehatan pencernaan, serta semua manfaat lain yang terkait dengan mikrobioma yang berkembang pesat, termasuk kesehatan kekebalan dan otak.
Teh hitam juga bisa membantu mengelola gula darah atau mencegah diabetes tipe 2. "Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh hitam mungkin menawarkan beberapa manfaat untuk pengaturan gula darah," kata Adams, termasuk uji coba terkontrol secara acak ini. "Konsumsi teh hitam secara teratur juga telah dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah," tambah Kalloo.
Meningkatkan Fokus
Tidak seperti beberapa jenis teh lainnya, teh hitam mengandung kafein, sekitar setengah dari jumlah kafein dalam kopi. Teh hitam juga mengandung asam amino yang disebut L-theanine. Kombinasi ini membantu meningkatkan kewaspadaan dan fokus.
Sementara kafein dapat menimbulkan energi yang lebih gelisah, penambahan L-theanine dalam teh hitam menghasilkan jenis energi yang stabil dan seimbang. Sebuah studi kecil meneliti bagaimana minum teh hitam memengaruhi kinerja kognitif dibandingkan dengan minum air. Peserta yang minum teh hitam menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam fungsi eksekutif dan tugas memori.
Teh hitam sering dikonsumsi pertama kali di pagi hari untuk mendapatkan dorongan kafein agar dapat memulai hari. Meski banyak orang menyadari kandungan kafein dalam teh hitam, mereka mungkin tidak tahu bahwa teh hitam juga mengandung asam amino yang disebut L-theanine.
"Baik kafein maupun L-theanine dapat meningkatkan kewaspadaan dan kinerja kognitif," jelas Adams. Penelitian terbaru menguatkan pendapat ini, menyoroti bagaimana kombinasi nutrisi spesifik ini membantu kejernihan mental.
Meningkatkan Imunitas dan Bantu Menekan Risiko Kanker
Senyawa tumbuhan dalam teh hitam menunjukkan sifat antioksidan, yang dapat meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh. Adams menjelaskan bahwa antioksidan bekerja dengan menghilangkan radikal bebas dalam tubuh dan melawan kerusakan sel.
"Keduanya dapat membantu mengurangi peradangan dan risiko penyakit kronis," kata Adams.
Kaloo menambahkan bahwa antioksidan kuat ini terbentuk selama proses oksidasi. Sebuah studi pada 2025 menemukan bahwa mengonsumsi lebih banyak variasi makanan kaya flavonoid, termasuk teh hitam, dapat mengurangi angka kematian akibat semua penyebab dan risiko kanker serta penyakit kronis lainnya antara 6--20 persen.
Salah satu yang diteliti adalah manfaat polifenol dalam teh hitam dalam menurunkan risiko kanker kulit karsinoma sel skuamosa. Tinjauan terhadap 64 studi menyimpulkan bahwa semua jenis teh mungkin membantu mencegah kanker mulut. Kanker lain yang dipertimbangkan termasuk kanker payudara, ginekologi, paru-paru, dan tiroid, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan.