Fokus ke Hybrid, Lamborghini Batal Garap Mobil Listrik

Lamborghini resmi menghentikan proyek mobil listrik murni, dan beralih ke hybrid dengan melihat preferensi dari pelanggan supercar

oleh Arief AszhariDiterbitkan 25 Februari 2026, 14:12 WIB
Fokus ke Hybrid, Lamborghini Batal Garap Mobil Listrik (ArenaEV)

Liputan6.com, Jakarta - Lamborghini mengambil langkah mengejutkan dalam strategi elektrifikasinya. Pabrikan supercar asal Italia ini, resmi membatalkan rencana untuk menghadirkan mobil listrik produksi penuh yang berbasis dari konsep Lanzador.

Disitat dari ArenaEV, keputusan ini muncul setelah perusahaan berlambang banteng ngamuk tersebut melakukan evaluasi mendalam terhadap preferensi pelanggan, yang dinilai masih kurang tertarik dengan mobil listrik murni untuk segmen supercar.

CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann menegaskan bahwa suara mesin internal combustion dan sensasi berkendara khas menjadi bagian tak terpisahkan dari DNA Lamborghini.

Menurutnya, minat terhadap teknologi nol emisi di kalangan pemilik mobil mewah itu 'hampir mendekati nol', sehingga beralih ke mobil listrik penuh dinilai belum tepat untuk saat ini.

Alih-alih melanjutkan pengembangan model elektrifikasi, Lamborghini bakal mengarahkan fokus kepada model plug-in hybrid (PHEV). Teknologi ini memadukan mesin pembakaran dengan motor listrik, sehingga tetap dapat mempertahankan performa tinggi sekaligus memenuhi sejumlah regulasi emisi yang semakin ketat.

Pendekatan hybrid dianggap mampu menjaga pengalaman emosional berkendara, sekaligus merespons tuntutan pasar dan aturan lingkungan.

Nasib Lamborghini Urus

Salah satu sorotan dalam keputusan ini adalah nasib model SUV andalan Lamborghini, yaitu Urus. Sebelumnya, versi listrik dari Urus direncanakan bakal menjadi model produksi mobil listrik pertama dari Lamborghini, dan diluncurkan dalam beberapa tahun ke depan. Namun rencana itu kini dibatalkan, dan kendaraan ini dipastikan hadir dalam varian hybrid.

Sementara itu, Winkelmann juga menyebutkan bahwa melanjutkan proyek mobil listrik saat ini berisiko menjadi 'hobi mahal' karena tingginya investasi yang dibutuhkan, sedangkan penerimaan pasar belum mengakar kuat. Keputusan ini sekaligus menunjukkan Lamborghini memilih strategi yang lebih hati-hati dan pragmatis, dalam menghadapi perubahan tren industri otomotif global.

Meski rencana elektrifikasi ditunda, Lamborghini tidak menutup kemungkinan untuk kembali mengembangkan mobil listrik pada masa depan. Perusahaan akan terus memantau perkembangan teknologi dan kesiapan pasar, sambil tetap mempertahankan karakter kuat yang selama ini melekat kepada setiap produk yang diluncurkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya