Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan telah melakukan pembayaran awal atau down payment (DP) pembelian mobil pikap impor dari India. Kontrak pembelian 105.000 unit mobil pikap disebut telah dilakukan sejak Desember 2025 lalu.
Joao sempat mengonfirmasi kalau nilai kontrak pengadaan mobil pikap impor India ini senilai Rp 24,66 trillun. Pembayaran DP juga telah dilakukan pada tahap awal. Dengan hitungan sederhana, didapat Rp 7,39 triliun sebagai DP 30 persen yang dibayarkan Joao ke para produsen mobil pikap.
Advertisement
"Kami harus memberikan down payment 30% dan itu sudah kami lakukan untuk semua produk yang kami beli," kata Joao saat konferensi pers di Menara Yodya, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Dia menjelaskan, sebetulnya pembayaran DP berlaku tidak hanya untuk mobil dari India saja. Namun, sejumlah kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dibutuhkan, Agrinas sudah membayarkan DP-nya. Adapun, kontrak pembelian barang, termasuk pengadaan mobil pikap dari India diakuinya sudah diteken pada 23 Desember 2025 lalu.
"Kebetulan seluruh pengadaan yang ada di Agrinas kami tutup terakhir itu tanggal 23 Desember baik itu dari rak-rak, baik itu dari CCTV, baik itu untuk mesin scanning atau untuk alat komputer untuk pembayaran kasir itu semua sudah kita selesaikan kontraknya sebelum tanggal 23 Desember," tutur dia.
Pede Tak Akan Batal
Joao nampak cukup optimistis kalau transaksi pembelian mobil impor India ini tidak akan batal. Sehingga, dia juga cukup yakin tak ada biaya tambahan yang harus dibayarkan Agrinas Pangan terhadap pembatalan impor.
"Kami dalam melakukan pengadaan tersebut karena kami dengan iktikad baik kami tidak pernah memikirkan penalti pembatalan tersebut," ucapnya.
Harga Mobil yang Didapat
Lantaran, kata Joao, harga yang berhasil didapatnya dari pengadaan mobil pikap impor ini jauh lebih rendah dari harga jual rata-rata mobil serupa di Tanah Air.
"Kalau ada masalah ada pemahaman yang kurang tepat atau tidak sama itu mungkin hanya perlu ada penjelasan itu akan menjadi solusi karena saya yakin bahwa semua itu ada solusinya," tutur dia.
"Mungkin kalau saya ngadainnya harganya Rp 700 juta mungkin pasti potensi pembatalan sangat besar, tapi kalau saya ngadainnya murah kayaknya sayang-sayang banget deh," Joao menambahkan.
Siap Batalkan Impor
Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota mengaku siap membatalkan impor mobil pikap dari India jika diminta. Menyusul, ada penundaan impor tersebut hingga Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air.
Dia menegaskan akan melaksanakan keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo. Dia juga mengaku tidak gentar jika harus menghadapi konsekuensi bisnis jika ternyata harus batal.
"Saya akan loyal dan saya akan manut apapun keputusan negara apabila itu memang untuk kepentingan rakyat tanpa sedikitpun saya ragu-ragu. Kalau seandainya saya harus nanti digugat atau nanti dipermasalahkan oleh pihak supplier itulah tanggung jawab saya," ungkap Joao dalam konferensi pers di Menara Yodya, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Ikut Perintah
Dia mengatakan, proses impor 105.000 unit pikap dari India sudah dimulai. Bahkan, ada beberapa unit yang disebut sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Joao menyebut akan mengikuti perintah dari pemerintah dan DPR
"Kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR dimana mereka mewakili rakyat jadi kalau memang disuruh bahwa tidak boleh dipakai, kami tidak akan pakai," ujarnya.
Joao menegaskan lagi, siap menyanggupi ketika ada denda yang ditagihkam imbas dari pembatalan transaksi 105.000 unit mobil pikap dari India. "Jadi apapun risikonya itu konsekuensi yang harus saya ambil dan saya harus berdiri di depan bertanggung jawab terhadap langkah saya ini, termasuk kalau ada denda," ucap dia.