Liputan6.com, Jakarta - Produsen motor listrik Alva (PT Electra Mobilitas Indonesia), resmi mengantongi Sertifikat Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Pengakuan tersebut diberikan pemerintah sebagai tolok ukur kesiapan industri dalam menjalankan transformasi digital, menuju era manufaktur modern berbasis teknologi.
INDI 4.0 sendiri merupakan program yang digagas oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, untuk mengukur kesiapan perusahaan manufaktur bertransformasi ke Industri 4.0.
Advertisement
Program ini menjadi acuan strategis percepatan transformasi industri nasional, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pengukuran Tingkat Kesiapan Industri dalam Bertransformasi Menuju Industri 4.0.
Menariknya, pencapaian ini diraih Alva meski usianya belum genap empat tahun beroperasi. Sertifikasi tersebut menempatkan merek motor listrik Tanah Air ini sejajar dengan perusahaan besar yang lebih dulu mapan di sektor manufaktur.
Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen Alva sejak awal berdiri dalam membangun fondasi produksi berbasis kualitas, teknologi, dan inovasi sesuai standar industri nasional.
Dalam kunjungannya ke fasilitas smart manufacturing Alva, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta menilai keseriusan perusahaan dalam mendorong adopsi motor listrik nasional.
Dirinya juga menyoroti fasilitas produksi yang lengkap serta keberadaan pusat Research & Development (R&D) mandiri sebagai pembeda dibanding pelaku industri lain.
"Keberadaan R&D mandiri seperti yang dimiliki Alva, menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam penilaian kami. Ini menunjukkan bahwa ALVA tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada inovasi dan pengembangan teknologi secara berkelanjutan," jelas Setia Diarta, dalam keterangan resmi, Selasa (24/2/2026).
"Kami mendorong ALVA untuk terus melangkah ke tahapan berikutnya, dengan target menjadi National Lighthouse dalam program nasional INDI 4.0 di tahun 2026," tambahnya.
Adopsi Teknologi Digital Alva
Sementara itu, Chief Marketing Officer Alva, Putu Swaditya Yudha, menyatakan sertifikat INDI 4.0 ini merupakan pengakuan atas komitmen Alva dalam mengadopsi teknologi digital dan praktik terbaik Industri 4.0.
"Pencapaian ini memperkuat posisi kami sebagai pemain kunci dalam industri mobilitas elektrifikasi di Indonesia. Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kapabilitas digital untuk memberikan solusi mobilitas yang lebih efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang," tukas Putu.
Sertifikasi INDI 4.0 ini juga menjadi pijakan Alva menuju tahap Champion INDI 4.0 sebelum membidik status National Lighthouse.
Dengan sistem produksi yang terdigitalisasi dan terintegrasi, perusahaan menyatakan kesiapan untuk melakukan scale-up secara nasional serta menghadirkan produk yang lebih presisi dan konsisten.
Integrasi antara manufaktur dan R&D memungkinkan pengembangan teknologi berjalan lebih progresif, sehingga peningkatan efisiensi baterai, daya tahan, hingga fitur keselamatan dapat langsung dirasakan pengguna motor listrik Alva.