13 Amalan Sunnah yang Paling Dianjurkan selama Bulan Ramadhan, Simak Penjelasannya

Umat Islam perlu mengetahui amalan sunnah yang paling dianjurkan selama bulan Ramadhan mengingat pahala dan keutamannya dilipatgandakan

oleh Muhamad RidloDiterbitkan 05 Maret 2026, 03:20 WIB
Anak-anak membaca kitab suci Al-Quran di Kampung Quran Alkholidin Cinere, Depok, Senin (13/5/2019). Momentum bulan Ramadhan 1440 H dimanfaatkan anak-anak usai pulang sekolah untuk membaca dan menghapal Quran secara bersama-sama untuk menambah amalan ibadah puasa. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan, karena pahala setiap kebaikan dilipatgandakan. Oleh sebab itu, umat Islam perlu mengetahui amalan sunnah yang paling dianjurkan selama bulan Ramadhan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, yang artinya: "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)" (QS. Al-Baqarah: 185).

Rasulullah SAW juga bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim).

Di tengah semangat menjalankan ibadah puasa wajib, terdapat amalan-amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dihidupkan. Amalan-amalan ini memiliki keutamaan besar dan dapat menyempurnakan ibadah puasa kita.

Berdasarkan ebook "Amalan-Amalan di Bulan Suci Ramadhan" karya Mohammad Iqbal Ghazali dan literatur kontemporer dan klasik, berikut adalah amalan-amalan sunnah yang paling dianjurkan selama bulan Ramadhan.

Para ulama telah merumuskan berbagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

1. Makan Sahur dan Mengakhirkannya

Sahur merupakan amalan sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah ﷺ bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

"Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan" (HR. Bukhari dan Muslim) .

Berkah sahur tidak hanya pada aspek fisik berupa kekuatan menjalani puasa, tetapi juga pada aspek spiritual karena waktu sahur adalah saat yang mustajab untuk berdoa dan memohon ampun . Allah ﷻ memuji hamba-hamba-Nya yang bertakwa dengan salah satu ciri mereka adalah "وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ" "dan yang memohon ampun di waktu sahur" (QS. Ali Imran: 17).

Disunnahkan pula untuk mengakhirkan sahur mendekati waktu subuh, selama tidak sampai menimbulkan keraguan akan masuknya waktu fajar. Imam an-Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan bahwa hikmah mengakhirkan sahur adalah untuk memberi kekuatan menjalani puasa dan sebagai pembeda dengan puasa ahli kitab. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ وَأَخَّرُوا السَّحُورَ

"Umatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur" (HR. Ahmad).

2. Menyegerakan Berbuka Puasa

Menyegerakan berbuka ketika matahari telah terbenam adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

"Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka" (HR. Bukhari dan Muslim) .

Imam Ibnu Qasim Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qarib menjelaskan bahwa menyegerakan berbuka termasuk salah satu dari tiga kesunahan utama dalam berpuasa, dengan syarat orang yang berpuasa telah meyakini terbenamnya matahari. Jika masih ragu, maka tidak diperkenankan untuk segera berbuka.

Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda tentang dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

"Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya" (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Berbuka dengan Kurma atau Air Putih

Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk berbuka dengan kurma, dan jika tidak ada, maka dengan air putih. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu meriwayatkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

"Rasulullah ﷺ biasa berbuka dengan kurma basah (ruthab) sebelum shalat. Jika tidak ada ruthab, maka dengan kurma kering (tamar). Jika tidak ada tamar, maka beliau meneguk beberapa teguk air" (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani) .

Para ulama menjelaskan bahwa berbuka dengan kurma dan air memiliki hikmah kesehatan, di mana kurma menyediakan energi cepat bagi tubuh yang lemah setelah seharian berpuasa, sementara air menghidrasi tubuh.

4. Membaca Doa Berbuka

Momen berbuka adalah waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah ﷺ bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

"Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi" (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah) .

Doa berbuka yang diajarkan Rasulullah ﷺ antara lain:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

"Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu" (Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka) (HR. Abu Dawud) .

Doa lainnya yang juga masyhur:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

"Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah" (Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah) (HR. Abu Dawud).

5. Memberi Makan Orang Berbuka Puasa (Iftar)

Memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka adalah amalan sunnah yang sangat utama. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Siapa memberi makan (iftar) orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga" (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albani) .

Bahkan, memberikan seteguk air atau beberapa butir kurma pun sudah termasuk dalam amalan mulia ini. Dalam riwayat lain disebutkan keutamaan yang lebih besar:

مَنْ سَقَى صَائِمًا سَقَاهُ اللَّهُ مِنْ حَوْضِي شَرْبَةً لَا يَظْمَأُ بَعْدَهَا حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ

"Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa, maka Allah akan memberinya minuman dari telagaku seteguk yang setelah itu ia tidak akan pernah haus hingga masuk surga" (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

6. Shalat Tarawih (Qiyam Ramadhan)

Shalat Tarawih atau Qiyam Ramadhan adalah salah satu amalan sunnah yang paling istimewa. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang melaksanakan shalat (malam) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim) .

Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa pada suatu malam Rasulullah ﷺ keluar dan shalat di masjid, lalu beberapa orang shalat di belakang beliau. Pada malam berikutnya, jumlah jamaah bertambah banyak. Namun pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jamaah, tetapi Rasulullah ﷺ tidak keluar untuk shalat berjamaah. Di pagi harinya beliau bersabda:

أَمَا وَاللَّهِ مَا خَفِيَ عَلَيَّ مَكَانُكُمْ، وَلَكِنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ فَلَا تَقْدِرُوا عَلَيْهَا

"Demi Allah, sungguh aku melihat tempat kalian dan tidak samar bagiku, tetapi aku khawatir shalat (Tarawih) ini diwajibkan atas kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya" (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah Rasulullah ﷺ wafat, kekhawatiran akan kewajiban shalat Tarawih telah hilang. Khalifah Umar bin Khattab kemudian menghidupkan kembali sunnah shalat Tarawih secara berjamaah dan hal itu disepakati oleh seluruh sahabat.

7. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an (Tadarus)

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an. Oleh karena itu, memperbanyak membaca Al-Qur'an sangat dianjurkan. Allah ﷻ berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an" (QS. Al-Baqarah: 185) .

Rasulullah ﷺ bersabda:

اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

"Bacalah Al-Qur'an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya (orang yang membaca, mempelajari, dan mengamalkannya)" (HR. Muslim) .

Dalam ebook "Amalan-Amalan di Bulan Suci Ramadhan" disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ selalu memperbanyak membaca Al-Qur'an di hari-hari Ramadhan. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:

وَلَا أَعْلَمُ نَبِيَّ الله ِقَرَأَ الْقُرْآنَ كُلَّهُ فِى لَيْلَةٍ, وَلَا قَامَ لَيْلَةً حَتَّى يُصْبِحَ وَلَا صَامَ شَهْرًا كَامِلًا غَيْرَ رَمَضَانَ

"Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah ﷺ membaca Al-Qur'an semuanya dalam satu malam, shalat sepanjang malam hingga pagi, dan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan" (HR. Ahmad).

Dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma yang diriwayatkan Al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ melakukan tadarus Al-Qur'an bersama Malaikat Jibril setiap malam di bulan Ramadhan. Imam Az-Zuhri rahimahullah berkata tentang bulan Ramadhan, "Bulan ini hanya untuk membaca Al-Qur'an dan memberi makan (orang lain)" .

8. Memperbanyak Sedekah dan Kedermawanan

Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

"Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur'an. Sungguh Rasulullah ﷺ lebih dermawan daripada angin yang berhembus" (HR. Bukhari dan Muslim) .

Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan berlipat ganda. Bahkan memberikan makanan berbuka, membantu orang lain, atau sekadar bersedekah dengan senyuman termasuk amalan yang dicintai Allah.

9. Umrah di Bulan Ramadhan

Bagi yang memiliki kesempatan, umrah di bulan Ramadhan sangat dianjurkan karena pahalanya setara dengan ibadah haji. Rasulullah ﷺ bersabda:

عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً مَعِي

"Umrah di bulan Ramadhan dapat menyamai (pahala) haji bersamaku" (HR. Bukhari dan Muslim) .

Dalam riwayat lain disebutkan "تَعْدِلُ حَجَّةً" "setara dengan haji". Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah pahalanya setara dengan pahala haji, bukan berarti menggugurkan kewajiban haji jika seseorang belum menunaikan haji wajib.

10. I'tikaf di Sepuluh Hari Terakhir

I'tikaf atau berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah adalah sunnah yang sangat ditekankan, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan dalam rangka mencari Lailatul Qadar. Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan:

أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ

"Bahwasanya Nabi ﷺ biasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat" (HR. Bukhari dan Muslim) .

I'tikaf adalah amalan yang sangat dianjurkan karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Orang yang beri'tikaf mengasingkan diri dari hiruk-pikuk dunia untuk fokus bermunajat kepada Allah, memperbanyak dzikir, doa, dan membaca Al-Qur'an.

11. Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim) .

Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, 29). Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?" Beliau menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, menyukai ampunan, maka ampunilah aku) (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah).

12. Menjaga Lisan dari Perkataan Kotor dan Sia-sia

Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa. Menjaga lisan dari perkataan kotor, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dan dusta adalah amalan yang sangat ditekankan. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya" (HR. Bukhari) .

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin menjelaskan bahwa puasa memiliki tiga tingkatan: puasa umum (menahan perut dan kemaluan), puasa khusus (menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh dari dosa), dan puasa khusus-khusus (puasa hati dari pikiran-pikiran duniawi). Menjaga lisan termasuk dalam puasa tingkat khusus yang harus dijaga agar puasa kita sempurna di sisi Allah.

13. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Memperbanyak dzikir kepada Allah sangat dianjurkan di setiap waktu, terlebih di bulan Ramadhan. Dzikir dapat dilakukan di sela-sela aktivitas sehari-hari, bahkan sambil dalam perjalanan. Allah ﷻ berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

"Berzikirlah (ingatlah) kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku" (QS. Al-Baqarah: 152).

Waktu-waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan antara lain saat sahur, saat berbuka, waktu antara adzan dan iqamah, serta di sepertiga malam terakhir.

Keutamaan Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan

Mengapa kita perlu memperhatikan dan menghidupkan amalan-amalan sunnah di bulan Ramadhan? Berikut beberapa keutamaannya:

1. Menyempurnakan Ibadah Wajib

Amalan sunnah berfungsi sebagai penyempurna kekurangan yang mungkin terjadi pada ibadah wajib. Imam an-Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan bahwa shalat sunnah menambal celah-celah kekurangan dalam shalat wajib. Demikian pula dengan amalan sunnah lainnya dalam puasa.

2. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda

Setiap amalan kebaikan di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya. Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

"Setiap amalan anak Adam dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya" (HR. Muslim) .

3. Mendapatkan Cinta Allah

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits qudsi:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

"Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, sehingga Aku mencintainya" (HR. Bukhari).

4. Mengikuti Teladan Rasulullah SAW

Allah berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

"Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu" (QS. Al-Ahzab: 21).

Dengan menghidupkan sunnah, kita menunjukkan kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah ﷺ, yang akan menjadi syafaat bagi kita di hari kiamat.

5. Mendapatkan Ampunan Dosa

Banyak hadits yang menjanjikan ampunan dosa bagi mereka yang menghidupkan sunnah di bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Shalat malam di bulan Ramadhan juga mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Demikian pula dengan menghidupkan malam Lailatul Qadar .

6. Mendapatkan Keberkahan dalam Hidup

Setiap sunnah yang dihidupkan membawa keberkahan. Sahur membawa berkah, berbuka dengan kurma membawa berkah, sedekah membawa keberkahan harta, dan seterusnya. Keberkahan ini tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat.

7. Melatih Kedisiplinan dan Konsistensi

Amalan sunnah yang dilakukan secara rutin melatih kita untuk istiqomah dalam beribadah. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten (terus-menerus) dilakukan meskipun sedikit" (Muttafaq 'Alaih).

People also Ask:

Apa saja 5 amalan di bulan Ramadan?

Daftar 10 Amalan di Bulan Ramadhan yang Perlu Kalian LakukanMenjalankan Ibadah Puasa dengan Penuh Keikhlasan. ...Melaksanakan Shalat Tarawih secara Rutin. ...Memperbanyak Intensitas Membaca Al-Qur'an. ...Meningkatkan Kepedulian Sosial Melalui Sedekah. ...Melaksanakan I'tikaf di Masjid pada Akhir Ramadhan.

Apa saja amalan di 10 malam terakhir Ramadhan?

[BACAAN RAMADHAN] AMALAN 10 MALAM TERAKHIR DI BULAN RAMADHAN : WAKTU TERBAIK MERAIH KEBERKAHANBeri'tikaf di Masjid, I'tikaf adalah aktivitas berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. ...Memperbanyak Salat Malam, Salat tahajud dan ibadah malam lainnya menjadi amalan utama pada 10 malam terakhir.

Apa saja 3 keutamaan bulan Ramadhan?

Keutamaan bulan Ramadhan dalam Islam sangatlah banyak, mulai dari turunnya Al-Qur'an, terbukanya pintu surga, malam Lailatul Qadar, pengampunan dosa, hingga pahala yang berlipat ganda.

Sebutkan amalan apa yang paling disukai oleh Allah di bulan suci Ramadhan.?

10 Amalan yang dianjurkan ketika Bulan RamadhanBerpuasa dengan Ikhlas. ...Shalat Tarawih. ...Membaca Al-Qur'an. ...Bersedekah. ...I'tikaf di Masjid. ...Memperbanyak Dzikir dan Doa. ...Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur. ...Menjaga Lisan dan Perbuatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya