Liputan6.com, Jakarta - Industri otomotif Thailand mengawali tahun 2026 dengan catatan positif. Produksi mobil Negeri Gajah Putih pada Januari 2026 tercatat mencapai 118.386 unit, naik 10,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dilansir Bangkok Post, data tersebut disampaikan oleh Federasi Industri Thailand (Federation of Thai Industries/FTI) pada Selasa (24/2/2026). Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan signifikan penjualan domestik serta peningkatan produksi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Advertisement
Lonjakan produksi pada Januari 2026 melanjutkan tren positif yang sudah terlihat pada Desember 2025, ketika output kendaraan naik 8,56 persen secara tahunan.
Salah satu pendorong utama adalah peningkatan penjualan domestik yang melesat hingga 53,77 persen dibandingkan Januari tahun sebelumnya.
Angka ini menunjukkan pemulihan daya beli konsumen sekaligus meningkatnya minat terhadap kendaraan baru, termasuk model ramah lingkungan.
Kondisi tersebut memperkuat posisi Thailand sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, baik dari sisi produksi maupun distribusi.
Thailand selama ini dikenal sebagai pusat produksi otomotif terbesar di Asia Tenggara dan menjadi basis ekspor penting bagi berbagai pabrikan global.
Beberapa produsen otomotif Jepang seperti Toyota dan Honda telah lama menjadikan Thailand sebagai hub manufaktur untuk pasar regional maupun global.
Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, kendaraan produksi Thailand juga diekspor ke berbagai negara, memperkuat kontribusi sektor otomotif terhadap perekonomian nasional.
Pabrikan China Perkuat Investasi EV
Tak hanya pabrikan Jepang, gelombang investasi dari produsen kendaraan listrik asal China juga semakin memperkuat industri otomotif Thailand.
Beberapa nama besar seperti BYD (Build Your Dreams) dan Great Wall Motors telah mendirikan fasilitas produksi di Thailand.
Pabrik-pabrik ini tidak hanya melayani pasar domestik, tetapi juga menjadi basis ekspor kendaraan listrik ke negara lain di kawasan.
Langkah ini sejalan dengan ambisi Thailand untuk menjadi pusat produksi EV di Asia Tenggara, memanfaatkan insentif pemerintah serta ekosistem industri yang sudah matang.
Federasi Industri Thailand memproyeksikan produksi mobil sepanjang 2026 akan meningkat sekitar 3 persen menjadi 1,5 juta unit.
Sebagai catatan, total produksi mobil Thailand pada 2025 tercatat 1,455 juta unit, turun tipis 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan tren awal tahun yang positif, target 1,5 juta unit pada 2026 dinilai realistis, terutama jika permintaan domestik dan ekspor tetap solid.
Kombinasi pertumbuhan penjualan lokal, ekspansi pabrikan EV, serta peran Thailand sebagai basis produksi global diyakini akan menjaga momentum industri otomotif negara tersebut sepanjang tahun ini.