Gaikindo Berharap Pikap untuk Agrinas Tetap Dikerjakan Industri Lokal

Proyek terkait pengadaan pikap dari India untuk Koperasi Merah Putih ini dinilai tidak tepat,

oleh Arief AszhariDiterbitkan 24 Februari 2026, 14:16 WIB
Mahindra Scorpio (Arief/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Rencana impor 105 ribu unit pikap dari India menimbulkan pro dan kontra. Pasalnya, industri otomotif Indonesia sendiri dinilai mampu memproduksi kendaraan komersial yang berkualitas, dan tidak perlu mengirim langsung dari luar negeri.

Selain itu, proyek terkait pengadaan kendaraan niaga dari India untuk Koperasi Merah Putih ini dinilai tidak tepat, karena kondisi pasar di Tanah Air yang tengah mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Dijelaskan Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika, pihaknya berharap kebutuhan kendaraan komersial pikap ini tetap bisa dikerjakan oleh pabrikan yang ada di Indonesia.

Dengan menggunakan produk dalam negeri sendiri, memiliki dampak yang cukup besar bagi industri di Tanah Air.

"Paling tidak sangat berharap kita sama-sama memajukan industri otomotif ini. Karena ini efeknya luas sekali," jelas Putu, saat ditemui di konferensi pers GIICOMVEC 2026, Senin malam (23/2/2026).

Lanjutnya, kemampuan industri otomotif Indonesia sendiri untuk menyediakan keinginan pemerintah terkait kendaraan komersial masih sangat bisa ditangani.

Kepercayaan pemerintah dalam penyediaan kendaraan komersial dalam negeri juga dianggap dapat memberikan kesempatan industri otomotif di sektor komersial bisa berkembang jauh lebih baik.

Tidak hanya lapangan pekerjaan yang terbuka luas, investasi di sektor otomotif terutama di industri komersial juga bakal semakin berkembang.

Kapasitas Produksi Pikap di Indonesia

Mahindra Scorpio (Arief/Liputan6.com)

Sebagai informasi, berdasarkan data dari keseluruhan anggota-anggota Gaikindo, memiliki kapasitas produksi untuk jenis kendaraan pikap mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun, yang hingga kini belum dapat dipergunakan secara optimal.

Kendaraan-kendaraan yang diproduksi tersebut umumnya adalah kendaraan dengan penggerak 4x2, dan kendaraan-kendaraan tersebut ini sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 40 persen.

Kendaraan-kendaraan komersial penggerak 4x2 atau jenis pikap tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat diseluruh pelosok Tanah Air.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya